Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPRD Kulon Progo Minta Pemberlakuan HPP Gabah Ke Petani Lokal Agar Disosialisasikan Lebih Dalam oleh Dispertapa

Anom Bagaskoro • Rabu, 15 Januari 2025 | 23:28 WIB
KUNJUNGAN: Anggota DPRD meninjau ketersedian beras di Gudang Bulog Triharjo. 
KUNJUNGAN: Anggota DPRD meninjau ketersedian beras di Gudang Bulog Triharjo. 

KULON PROGO - Kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang mulai diberlakukan hari ini, perlu disosialisasikan lebih lanjut oleh Dispertapa Kulon Progo.

Lantaran, masih banyak petani lokal yang tak mengetahui informasi tersebut.

Hal ini disampaikan DPRD Kulon Progo saat melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Triharjo, Kapanewon Wates, Selasa (14/1/2025).

Ikut serta dalam kunjungan itu, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kulon Progo Yuli Yantoro menegaskan informasi HPP gabah harus dijangkau petani lokal.

Lantaran, masih banyak petani lokal yang belum mengetahui kenaikan HPP gabah.

"Kunjungan kemarin ada beberapa hal yang dibahas, salah satunya kenaikan HPP," ucap Yuli, saat dikonfirmasi Radar Jogja di ruang kerjanya, Rabu (15/1/2025).

Yuli menyampaikan, salah satu agenda kunjungan berupa mengkonfirmasi kesiapan Bulog untuk menerima gabah dari petani lokal.

Munculnya keputusan Kepala Badan Pangan Nasional mengenai kenaikan HPP gabah dan penyerapan panen lokal menjadi tolok ukurnya.

Gudang Bulog Triharjo dinilai berkomitmen menerima gabah hasil panen masyarakat, yang tentunya difasilitasi gapoktan setempat.

Kesiapan Bulog menerima gabah lokal, juga harus dibarengi sosialisasi dari Dinas Peryanian dan Pangan Kulon Progo.

Lantaran, informasi ini belum seutuhnya diterima petani lokal.

Padahal dengan kondisi HPP sekarang, justru petani akan diuntungkan.

"Selain itu, kami juga memastikan kesiapan Bulog dalam menghadapi ramadhan," ujarnya.

Kunjungan anggota dewan itu juga untuk memastikan ketersedian beras untuk wilayah Kulon Progo dan DIY.

Lantaran, gudang Bulog Triharjo mengakomodir kebutuhan pangan daerah terutama DIY.

Pada 2024, gudang Triharjo dikhususkan menerima beras impor yang didistribusikan ke daerah-daerah.

Sedangkan, di tahun 2025 gudang ini berfokus untuk menyimpan beras lokal dari petani untuk mengakomodir kebutuhan beras daerah.

Dalam kunjungan itu, simpanan produk beras di gudang Bulog cukup hingga beberapa bulan mendatang.

Kualitas beras di dalam gudang juga sesuai dengan aturan pemasaran yang telah ditetapkan.

Menanggapi HPP gabah, petani asal Nanggulan Ponijan menyampaikan minimnya informasi kenaikan HPP gabah.

Ponijan mengaku, tak menerima informasi perihal harga gabah yang dibeli pemerintah atau bulog.

Jika mengetahui adanya kenaikan, HPP tentu petani akan menjual hasil panen ke Bulog.

"Kalau tau naik, pasti menjual ke Bulog walaupun melewati mitra," ujarnya.

Kendati HPP gabah naik, Ponijan tetap membutuhkan campur tangan pemerintah daerah.

Lantaran, petani sepertinya tak paham prosedur untuk menyetor beras ke Bulog.

Sehingga, pendampingan dan informasi lanjutan sangat dibutuhkan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dispertapa Kulon Progo #kunjungan kerja #beras #badan pangan nasional #Dispertapa #bulog #HPP gabah #DPRD Kulon Progo #Pemberlakuan HPP Gabah #sosialisasi #petani lokal #Gudang Bulog Triharjo