Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Tahu HPP Gabah, Petani di Kulon Progo Rugi Rp 1 Ribu per Kilonya

Anom Bagaskoro • Selasa, 14 Januari 2025 | 15:55 WIB
JELANG PANEN - Nampak seorang petani berada di tengah lahan pertanian wilayah Piyungan, Bantul pada Rabu (6/11/2024)
JELANG PANEN - Nampak seorang petani berada di tengah lahan pertanian wilayah Piyungan, Bantul pada Rabu (6/11/2024)

 

KULON PROGO - Informasi harga pembelian pemerintah (HPP) gabah belum menjangkau petani di daerah. Khususnya di Bumi Binangun, banyak petani terpaksa merugi akibat tak mengetahui HPP gabah.

Perlu diketahui, nilai HPP gabah telah diatur pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Kepbadan) Nomer 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras. Dalam keputusan tersebut, Bulog memiliki tugas menyerap gabah dari petani dengan harga yang ditentukan. Keputusan tersebut resmi diberlakukan pada 15 Januari 2025 nanti.

Ketua Kelompok Tani Mandiri Bojong Yudi Indarta menyampaikan, informasi HPP tak diterima petani sepertinya. Padahal HPP gabah kering panen dihargai Rp 6.500. Kategori gabah kering panen masuk untuk gabah yang baru saja dirontokkan dari tanaman. Dua minggu terakhir harga gabah hanya menyentuh Rp 5.500. Lalu turun kembali di seminggu terakhir sekitar Rp 5 ribu. Harga ini dtentukan oleh tengkulak maupun pembeli gabah.

Sebagai petani dirinya merasa dirugikan, akibat tak mengetahui informasi harga gabah terbaru. Lantaran, dirinya telah menjual gabah hasil panen seminggu sebelumnya dengan harga Rp 5 ribu. "Merasa dirugikan, karena baru tahu kalau harganya setinggi itu," ucapnya, Senin (13/1).

Jika informasi HPP dan keputusan badan pangan telah tersampaikan, petani sepertinya tak akan menjual ke tengkulak. Hal ini menyebabkan dirinya merasa dirugikan. Lantaran, Rp 1 ribu rupiah dari selisih harga seharusnya dapat diperoleh petani. "Kalau MT (musim tanam) 2 tambah murah lagi, tengkulak memberikan harga rendah," tuturnya.

Yudi menyampaikan, petani terkadang dipermainkan tengkulak. Saat panen raya terjadi, terkadang harga menyentuh angka Rp 3 ribu. Tengkulak beralasan, panen raya membuat suplai beras melimpah membuat harga turun.

Tentunya harga ini, membuat petani rugi. Lantaran, untuk operasional pertanian membutuhkan harga sekitar Rp 3 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, hasil pemantauan harga gabah. Data Dispertapa menunjukkan, rata-rata harga penjualan gabar dari petani berkisar Rp 6.300. "Gabah kering panen di harga Rp 6.300 hingga Rp 6.500," ucapnya. (gas/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Harga Pembelian Pemerintah #bulog #hpp #gabah #panen #harga #Petani #rugi