JOGJA - Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah tertinggi terdampak bencana hidrometeorologi di seluruh DIJ. Ratusan kejadian tanah longsor terjadi di Kulon Progo hingga 31 Desember 2024. "Selama 2024 terdapat 377 kejadian tanah longsor di DIJ," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ, Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Rabu (8/1).
Dari total kejadian terbanyak terjadi di Kulon Progo sebanyak 176 kejadian. Selanjutnya di Gunungkidul terdapat 117 kejadian, Bantul 29, Sleman 37 dan Kota Jogja 18 kejadian. Daerah Kulon Progo sangat berpotensi terjadi tanah longsor, terlebih saat curah hujan tinggi melanda.
Maka dari itu, Kabupaten Kulon Progo status kebencanaan melebihi daerah lainnya di DIJ. "Di Kulon Progo statusnya tanggap darurat bencana hidrometeorologi, yang lainnya masih siaga," tuturnya.
Banyaknya kejadian tanah longsonr di Kulon Progo juga tudak terlepas dari kondisi geografisnya. Kontur tanah yang kurang kuat dan letaknya yang berada di daerah perbukitan menjadi salah satu faktor."Status tanggap darurat berlaku dari Oktober sampai 31 Desember, ini baru proses perpanjangan," jelasnya.
"Kalau jalan provinsi nanti Dinas PUPESDM provinsi yang memperbaiki, kalau kabupaten nanti jyga dinas pu kabupaten melalui anggaran reguler," jelasnya.
Menurutnya, anggaran perbaikan akan diambil melalui rencana penganggaran tahun 2025. Eksekusi perbaikan merupakan wewenang Dinas PUPESDM DIJ. (oso/pra)