KULON PROGO - Hujan semalam suntuk menyebabkan tebing setinggi 20 meter longsor, di Padukuhan Tempel, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo Selasa (7/1) sore. Dampak longsoran menyebabkan satu rumah rusak parah, tertimpa pohon dan material longsor.
Pemilik rumah Sunardi menyampaikan, awal longsoran terjadi. Longsor terjadi sekitar pukul 17.00. Saat itu, dirinya berada di dalam rumah dan mendengar suara gemuruh dari depan rumah.
"Ada suara gemuruh dan brak, langsung saya cek ke depan rumah," ucap Sunardi, saat ditemui Radar Jogja di lokasi kejadian, Rabu (8/1).
Sunardi menyampaikan, dirinya melihat ke sumber suara, dan menemukan longsor di depan rumahnya. Untungnya, rumah yang ditinggalinya tak terdampak langsung. Akan tetapi rumah miliknya yang bersebelahan dan tak ditinggali justru dihantam material longsor.
Memang tanah longsoran tak menyentuh area bagian rumah. Namun, lima pohon yang berada diatas tebing terseret longsor hingga rubuh mengenai atap rumah. Setengah bagian atap rumah tertimpa pohon berdiameter 50 cm.
"Hanya selang waktu 30 menit, ada longsor susulan," ujarnya.
Baca Juga: Pasar Baledono, Peraih Pasar Berstandar SNI Pertama di Purworejo, Ini Fasilitas Yang Dimiliki
Tak sampai situ, longsor kembali terjadi setelah berjeda 30 menit. Padahal saat itu warga hendak membersihkan material longsor. Lantaran, menutup jalan akses dan merusak jaringan listrik.
Untungnya, kejadian itu tak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja rumah membutuhkan perbaikan. Selain itu, jalan desa yang menghubungkan antar padukuhan juga tertutup. Alhasil, warga perlu memutar hingga 2 km. Jaringan listrik putus, juga menyebabkan 3 padukuhan tak menikmati akses listrik.
Sementara itu, Kepala BPBD Kulon Progo Taufiq Prihadi menyampaikan, longsor disebabkan curah hujan yang tinggi. Di Kalurahan Pendoworejo terdapat 4 titik longsor yang terlapor.
"Kami telah meninjau lokasi dan segera mendistribusikan bantuan," ucapnya.
Taufiq menyampaikan, pihaknya telah menilai dampak longsoran. Dari hasil penilaian, menunjukkan adanya penerjunan alat berat. Tujuannya, untuk membersihkan area longsor sesegera mungkin. Lantaran, material menutup jalan yang cukup strategis bagi masyarakat.
Editor : Heru Pratomo