Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Longsor Talud Jalan Provinsi Mengenai Dua Rumah Warga di Hargotirto Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Minggu, 5 Januari 2025 | 23:52 WIB

KERJABAKTI: Warga membersihkan sisa meterial longsor yang mengenai rumah.
KERJABAKTI: Warga membersihkan sisa meterial longsor yang mengenai rumah.
KULON PROGO - Dampak hujan semalam suntuk membuat talud Jalan Sermo-Girimulyo longsor, Minggu (5/1).

Titik longsoran berada di Padukuhan Sebatang, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap.

Material longsor bahkan berdampak ke dua rumah warga yang berdiri di bawah tebing jalan berstatus milik provinsi itu.

Pemilik rumah Iwan Prasetya menyampaikan, sejak malam hari wilayahnya memang mengalami hujan lebat semalam suntuk.

Kemudian di pagi harinya, hujan tak kunjung reda membuat tanggul yang berada diatas rumahnya longsor.

"Sekitar pukul 06.00 WIB, ada suara gemuruh dari depan rumah ternyata longsor," ucap Iwan, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya, Minggu (5/11).

Iwan menyampaikan, longsor terjadi saat hujan mulai mereda di pagi harinya.

Saat itu, keluarganya berada di dalam rumah mendengar suara gemuruh cukup hebat yang berasal dari depan rumah.

Mendengar suara gemuruh, Iwan langsung menuju ke arah suara. Ternyata bagian teras rumahnya sudah dipenuhi material longsoran.

Munculnya suara gemuruh berasal dari talud jalan provinsi yang ikut terseret longsor. Batu berukuran 50 cm bekas talud memenuhi teras miliknya. Bahkan pohon dan tanah material longsor tak luput memadati teras.

Untungnya, longsor tak memakan korban jiwa, hanya saja material longsor sulit dievakuasi dengan cara manual.

"Sangat khawatir karena dekat dengan rumah, dan diatas kan jalan umum," ucapnya.

Iwan mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Pasalnya, jarak tebing kerumahnya hanya berkisar 2 meter.

Hal ini berlaku pada 3 rumah yang berada di samping kanan dan kiri rumahnya. Di tahun sebelumnya, longsor sempat terjadi, namun tak berdampak ke pemukiman.

Kekhawatirannya juga bertambah mengingat kondisi arus jalan provinsi yang berada di atas tebing.

Jalan Sermo-Girimulyo menjadi akses kendaraan baik besar dan kecil. Jika dilalui kendaraan bermuatan berat akan memicu pergerakan tanah.

Sementara itu, Ketua RW 27 Padukuhan Sebatang Arudin menyampaikan kebenaran warganya yang khwatir dengan kondisi longsor. Lantaran, longsor telah mengancam 2 rumah yang berada di bawah tebing.

Sedangkan di area bawah tebing juga berdiri 2 rumah lainnya.

"Jalan provinsi tanahnya masih terus bergerak jadi butuh tindakan lebih lanjut," ucapnya.

Arudin menyampaikan, longsor memakan bahu jalan sepanjang 30 meter, dengan ketinggian tebing 15 meter.

Sebelum longsor, terjadi retak pada area bahu jalan dengan lebar 2 meter. Retakan membuat ketinggian bahu jalan dengan badan jalan berselisih 50 cm. Melihat kondisi itu, dirinya telah berupaya memasang police line agar masyarakat berhati-hati melewati area tersebut.

"Jadi bahu jalannya amblas sekitar 50 cm, akhirnya saya pasangi tanda, paginya langsung longsor," ujarnya.

Arudin menyampaikan, kondisi jalan harus segera ditangani. Pasalnya, saat warga bekerja bakti membersihkan material longsor kondisi tanah masih labil.

Sehingga, masih ada kemungkinan longsor susulan apabila dibiarkan.

Terlebih, pembangunan Jalan Sermo-Girimulyo dibuat dari tanah urug yang tak memiliki kekuatan apabila taludnya telah jebol.

Di sisi lain, longsor juga mengancam akses masyarakat sekitar. Jalan Sermo Girimulyo menghubungkan 4 kapanewon. Diantaranya, Kapanewon Temon, Kokap, Pengasih, dan Girimulyo.

Sehingga, dirinya berharap agar jalan segera diperbaiki agar tidak mengancam pengguna jalan dan pemukiman sekitar. (gas)

Editor : Bahana.
#Longsor Talud #Yogyakarta #Kulon Progo #talud #DIY #Longsor