KULON PROGO - Dampak hujan intensitas tinggi membuat saluran irigasi di Padukuhan Kamal, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Selasa (30/12/2024) jebol.
Lantaran, selokan tak mampu menampung debit air hingga meluap dan mengikis dasar selokan.
Akibat jebolnya saluran ini, ratusan hektare lahan pertanian terancam tak teraliri pasokan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufiq Prihadi mengatakan, jebolnya talud selokan akibat tingginya curah hujan, selokan yang tak mampu menampung limpahan air hujan akhirnya meluap.
Dampak luapan membuat dasar saluran terkikis dan akhrinya jebol.
"Kejadiannya hari selasa kemarin, talud selokan sepanjang 27 meter jebol," ucap Taufiq, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (1/1/2025).
Taufiq menyampaikan, sebelum jebol saluran irigasi sepanjang 2 km ini menghubungkan aliran sungai limpahan Waduk Sermo ke area lahan pertanian.
Sudah bertahun tahun saluran tersebut tergerus, dan akhirnya jebol di tahun ini.
Dampaknya, 125 hektare lahan pertanian terancam tak mendapat air dari saluran irigasi.
Padahal ratusan hektare lahan tersebut memasuki masa tanam.
Beberapa petani juga telah menanam bibit berumur 1 minggu beberapa waktu lalu.
"Kalau saat ini masih bisa mengandalkan air hujan, tetapi kalau dilanjutkan akan kekurangan," ucapnya.
Kondisi jebolnya talud tentunya berdampak ke masyarakat terutama petani sekitar.
Memang dalam kondisi curah hujan tinggi, lahan pertanian akan teraliri.
Namun, menjelang masa panen nanti, curah hujan akan mengalami penurunan. Membuat kemungkinan kegagalan panen akibat kurangnya air.
Mencegah potensi itu, sekaligus bentuk kesiapsiagaan bencana BPBD Kulon Progo telah melakukan sejumlah cara.
Sebelumnya, BPBD telah melakukan penilaian dampak jebolnya saluran akibat hujan lebat.
Kemudian, atas dasar kesepakatan dan permintaan masyarakat untuk perbaikan BPBD mendistribusikan bantuan.
Bantuan berupa pipa 12 inch untuk mengalirkan air saluran irigasi sementara waktu.
Langkah ini, dilakukan agar jebolnya selokan tak berdampak ke masyarakat, sambil menunggu pihak terkait melakukan perbaikan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva