Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Dikira Petugas PLN, Ternyata Pria Mau Bunuh Diri di Tower Sutet, Begini Nasibnya

Anom Bagaskoro • Minggu, 29 Desember 2024 | 18:20 WIB

 

Photo
Photo

KULON PROGO - Percobaan bunuh diri terjadi di Padukuhan V, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Minggu (29/12) pagi.

Percobaan bunuh diri dilakukan pria paro baya berinisial S (50) warga Kalurahan Bugel.

Korban nekat untuk mengakhiri hidupnya, dengan memanjat saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet).

Suhadi salah satu warga yang menyaksikan aksi nekat itu menjelaskan kronologi korban memanjat sutet.

Sekitar pukul 05.30 WIB, Suhadi sedang bersepedaan di area pesawahan mendengarkan suara benturan besi sutet.

Mendengar itu, dirinya mencoba melihat sekitar area sutet. Pengamatan Suhadi, korban berada di sekitar area sutet. Selain itu, motor koban juga diparkir melintang di jalan area pesawahan.

"Saya kira itu petugas PLN, tapi kok pagi-pagi tidak seperti biasanya," ucap Suhadi, saat ditemui Radar Jogja di area sutet, Minggu (29/12).

Mengira petugas PLN, Suhadi pun meninggal lokasi untuk melanjutkan bersepeda.

Sekitar pukul 06.30 WIB, Suhadi menyaksikan korban sudah memanjat sutet hingga bagian tengah.

Setelah dilihat seksama, pria yang memanjat sutet bukanlah petugas PLN. Suhadi tak sempat melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Namun, tak selang lama sudah banyak warga dan Tim Gabungan penyelamatan berkumpul di sekitar lokasi.

Pantauan Radar Jogja di lokasi kejadian, korban memanjat hingga area atas sutet. Sebenarnya korban sempat mencoba turun dari sutet, namun kembali naik ke area atas.

Bahkan korban naik hingga puncak sutet, hingga berbaring diatasnya. Kejadian ini, membuat masyarakat sekitar heboh memadati lokasi sutet.

Tim gabungan yang kala itu siap melakukan evakuasi telah menyiapkan alat-alat. Puluhan personil dari Basarnas Jogjakarta, BPBD, Damkar, TNI, Kepolisian, dan relawan memfokuskan evakuasi dengan 2 cara.

Pertama, evakuasi dengan standar operasional SAR berupa tindakan persuasif. Jika tak berhasil, menggunakan cara kedua menggunakan tindakan evakuasi langsung dengan melibatkan personil yang naik.

Percobaan bunuh diri akhirnya berhasil digagalkan dengan menggunakan metode persuasif.

Personel tim gabungan menghadirkan ayah untuk membujuk agar korban bersedia turun. Dengan menggunakan microphone, ayah korban membujuk dan berhasil membuat luluh hati korban.

OSC Penyelamatan Basarnas Jogjakarta Asnawi Suroso membenarkan proses evakuasi korban. Korban berhasil turun setelah dibujuk keluarganya yang sengaja dihadirkan. Langkah ini dinilai efektif untuk menggagalkan aksi nekat tersebut.

"Sekitar pukul 9.20 korban berhasil turun dari sutet yang memiliki ketinggian 70 meter," ucap Asnawi.

Asnawi menyampaikan, korban berhasil dibujuk dan turun dengan tanpa bantuan orang lain. Korban hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk turun dari sutet yang memiliki ketinggian 70 meter.

Sesampainya di tanah, korban dipertemukan dengan keluarganya yang menunggu di bawah. Korban dalam kondisi baik, tanpa ada luka fisik. Untuk memastikan kondisi, korban dibawa ke RSUD Wates.

Lantaran, sutet memiliki radiasi cukup kuat yang berpengaruh pada tubuh manusia.

Atas kesaksian beberapa warga, korban nekat melakukan percobaan bunuh diri karena depresi dan masalah internal keluarga. Saat ini motif korba tengan didalami pihak kepolisian. (gas)

Editor : Bahana.
#bunuh diri #Kulonprogo