Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Longsor Jurang Sedalam 30 Meter Mengancam Rumah Mbah Paidah di Kokap Kulon Progo: Sudah Muncul Rekahan Tanah

Anom Bagaskoro • Kamis, 26 Desember 2024 | 22:46 WIB
TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor. 
TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor. 

KULON PROGO - Bencana hidrometeorologi kembali berdampak pada rumah milik warga di Padukuhan Menguri, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Rabu (25/12/2024) malam.

Dampak bencana berupa longsornya jurang di dekat rumah Mbah Paidah (82) yang memakan hampir setengah bangunan.

Kondisi ini, mengancam keselamatan perempuan lansia ini.

Mbah Paidah menyampaikan, longsor terjadi sewaktu dirinya tengah mengaji di dalam rumah.

Sewaktu itu, hujan memang cukup deras mengguyur wilayah Hargotirto dan sekitarnya.

Curah hujan cukup deras sejak sore hari membuat jurang di samping rumahnya longsor.

"Saya kan tinggal sendiri, waktu itu anak saya yang tinggal dibawah mengabarkan kalau jurang longsor," ucap Paidah, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya, Kamis (26/12/2024).

Paidah menyampaikan, saat longsor dirinya sempat mendengar suara gemuruh, pada pukul 20.30 WIB.

Namun, suara itu dihiraukan, karena dirinya tengah mengaji di dalam rumah.

Seusai mengaji, anaknya yang tinggal di area bawah menjemput dirinya.

Saat itu, Paidah kaget dengan kondisi samping rumahnya yang telah longsor.

TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor. 
TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor. 

Bagian teras samping rumahnya terbawa longsor hingga masuk ke jurang sedalam 30 meter.

Padahal sebelum longsor, jarak rumah khususnya area teras samping dan jurang sekitar 5 meter.

Namun, area teras itu kini telah terbawa material longsor.

Sebenarnya area teras tersebut hanya bersifat semi permanen, sehingga tak banyak kerugian yang ditanggung.

Namun, akibat longsor jurang rumah permanen milik Mbah Paidah terancam. Lantaran, tembok dan jurang hanya berjarak 1 meter.

Terlebih, muncul rekahan pada tanah di samping rumahnya.

"Kalau khawatir iya, tapi pasrah saja mau gimana lagi," ujarnya.

Paidah menyampaikan, pasca kejadian anaknya mengevakuasi dirinya.

Lantaran, anaknya khawatir dengan komdisinya yang tinggal di rumah sendirian.

Namun setelah pagi hari, Paidah memutuskan kembali ke rumahnya yang terdampak longsor.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Hargotirto Aipda Sudin Setiawan membenarkan kejadian itu.

Kondisi rumah Mbah Paidah memang berada dekat dengan jurang dan tebing.

Di tahun sebelumnya, tebing di samping kiri rumahnya ambrol. Saat itu, material longsor tak banyak berdampak.

Namun, di tahun ini longsor di jurang samping kanan rumahnya cukup berdampak. Karena merusak bagian teras, dan mengancam bangunan permanen.

TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor.
TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor.

"Sebulan yang lalu rumah sempat tertimpa pohon, tetapi sudah diperbaiki," ucap Aipda Sudin.

Aipda Sudin menyampaikan, kondisi rumah pasca longsor cukup mengancam rumah.

Sehingga, atas keputusan warga dan pihak terkait meminta Mbah Paidah untuk mengungsi.

Pasalnya, dikhawatirkan terjadi longsor susulan mengingat curah hujan kedepannya akan tinggi.

Pantauan Radar Jogja di kediaman mbah Paidah, jurang dengan kedalam 30 meter dan panjang 15 meter longsor.

Material longsor berupa tanah dan batu ikut menghajar beberapa tanaman kayu yang berada disekitar rumah.

Bahkan dahsyatnya longsor membuat material longsor menyentu area sungai yang letaknya tak jauh dari sekitar longsoran.

Menanggapi kejadian itu, masyarakat Padukuhan Menguri melakukan kerja bakti untuk menyelamatkan puing-puing bangunan yang masih bisa diselamatkan.

Di waktu yang sama, personel BPBD Kulon Progo juga melakukan penilaian kondisi longsoran.

Tak lupa, BPBD menyerahkan bantuan logistik dan peralatan untuk pembersihan material longsoran.

Sekaligus memberikan terpal untuk mencegah dampak longsor. (gas)

TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor. 
TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor. 
TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor.
TEBING: Warga kerja bakti memungut puing bangunan yang terbawa material longsor.
Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bhabinkamtibmas Hargotirto #Kulon Progo #material longsor #BPBD Kulon Progo #Mengancam Rumah #bencana hidrometeorologi #rekahan tanah #kokap #Longsor