RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendorong setiap perusahaan yang memiliki bisnis di Bumi Binangun turut berkonstribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Salah satunya dengan memberikan bantuan sosial dengan menjadi corporate social respknsibility (CSR), bekerja sama dengan pemerintah.
Baik dari segi pelayanan maupun bantuan fisik.
Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kulon Progo mencatat, sepanjang 2024, sebangak Rp 7 miliar dana CSR disalurkan kepada masyarakat.
Jumlah tersebut digelontorkan untuk berbagai program, seperti; program bedah rumah, kesiapsiagaan bencana, maupun bantuan kebutuhan primer (mendesak) untuk masyarakat.
"Bantuan diwujudkan dengan uang tunai maupun benda," ungkap Ketua Forum TSP Kulon Progo Nur Afan Dwi Saputro, Rabu (25/12/2024).
Dia mencontohkan, salah satu bantuan CSR berupa distribusi air bersih sewaktu Bumi Binangun dilanda kekeringan. CSR tersebut bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo.
Pada 2025 mendatang, aplikasi CSRku hendak diluncurkan, tujuannya membantu memudahkan pelayanan, membantu perusahaan dalam mendistribusikan bantuan agar tepat sasaran.
Dengan demikian proses penyaluran bantuan lebih transparan.
"Kami sedang mempersiapkan aplikasi CSRku," imbuhnya.
Sementara itu Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menilai penyaluran bantuan oleh perusahan masih ditemukan tumpang tindih terhadap penerimanya.
"Masih ditemukan dua perusahaan menyalurkan di daerah yang sama," ungkap Srie.
Dia menekankan agar forum TSP memaksimalkan potensinya agar tidak terjadi hal serupa (bantuan tumpang tindi) sebab masih banyak daerah yang membutuhkan bantuan.
"Setiap satu desa (harapannya, Red) memperoleh pendampingan satu perusahaan," tandasnya. (gas)