KULON PROGO - Hampir seluruh pasar di Kulon Progo mengalami kelesuan pasca Covid-19. Tak banyak lagi, aktivitas jual beli yang terlihat di beberapa pasar besar. Oleh karena itu, DPRD Kulon Progo mendorong agar OPD terkait melakukan evaluasi pasar. Tujuannya, untuk menghidupkan kembali pasar yang sepi pengunjung. Salah satunya dengan memperbanyak pameran di seputaran pasar.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kulon Progo Yuliyantoro menjelaskan pentingnya meramaikan pasar kembali. Pasar sebagai pusat perdagangan tentunya menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi. "Jangan sampai retribusi membebani masyarakat, akibat pasarnya sepi," ucap Yuli, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Senin (23/12).
Politisi PDIP ini menyampaikan, pasca covid 19 banyak pasar mengalami penurunan pengunjung. Lantaran, habit masyarakat mulai bergeser ke transaksi online. Sehingga, kebanyakan masyarakat lebih memilih membeli barang melalui marketplace.
Kondisi inilah yang perlu diperhatikan OPD terkait, tentunya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo. Diperlukan inovasi agar dapat mendorong masyarakat kembali melakukan transaksi di pasar tradisional. "Misalnya perbanyak pameran, dari situ nanti akan banyak kunjungan," ujarnya.
Yuli mencontohkan, program pameran sebagai salah satu pemecahan masalah. Melalui pameran, kunjungan ke pasar tradisional dapat meningkat. Terutama pameran yang berhubungan dengan komoditas pangan.
Selama kunjungan di pasar, masyarakat secara langsung juga akan mengunjungi kios pedagang. Tentunya, kunjungan berpotensi meningkatkan transaksi penjualan.
Sementara itu, Sekretaris Disdagin Kulon Progo Rohedy Goenoeng menyampaikan, pihaknya tengah mengkaji program penghidupan pasar. Beberapa skema telah dipersiapkan, melalui kolaborasi antara sektor perdagangan dan pariwisata.. "Kalau kondisi pasar memang cukup banyak mengalami penurunan," tuturnya.
Goenoeng menuturkan, hasil monitoring pihaknya memang menunjukkan adanya penurunan jumlah kunjungan. Selain perubahan pola pembelian, turunnya daya beli masyarakat juga berpengaruh pada jumlah kunjungan. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo