Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diawali Suara Keras, Tebing Setinggi Tujuh Meterdi Girimulyo Kulon Progo Longsor

Anom Bagaskoro • Selasa, 17 Desember 2024 | 07:10 WIB

 

 

Diawali Suara Keras, Tebing Setinggi Tujuh Meterdi Girimulyo Kulon Progo Longsor
Diawali Suara Keras, Tebing Setinggi Tujuh Meterdi Girimulyo Kulon Progo Longsor

 

KULON PROGO - Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di Bumi Binangun. Sebuah rumah yang ditinggali Tukiran sekeluarga nyaris roboh usai dihantam material longsor, Minggu (16/12). Rumah Tukiran terletak di Padukuhan Sabrang, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo.

Pemilik rumah Tukiran menyampaikan, kronologi terjadinya longsor. Awalnya, hujan disertai angin telah melanda wilayah Giripurwo sejak pagi hingga sore hari. Intensitas hujan cenderung sedang, dan sempat mereda pukul 17.00.

"Ada suara keras dari tebing samping rumah, kejadiannya sebelum magrib," ucap Tukiran, saat ditemui Radar Jogja, Senin (16/12).

Tepat pukul 17.30 terdengar suara keras dari tebing setinggi tujuh meter di samping rumah. Seperti suara luncuran tanah, tebing yang hanya berjarak dua meter dari dinding rumah tiba-tiba longsor.

Material longsor yang berupa tanah dan batu berukuran 70 cm mendorong dinding gebyok rumah hingga ambruk. Ruang tamu dan kamar seketika tak bisa digunakan. Lantaran, material longsor masuk ke area dalam.

Saat itu, di dalam rumah hanya ada istrinya yang sedang memasak di dapur. Sedangkan Tukiran dan anaknya sedang ke luar rumah. Sehingga, hanya ada istrinya yang kaget akibat bangunan kayu rumahnya bergoncang hebat. "Longsor mendorong rumah, sebelum dibersihkan tiang rumah dan atap miring," ucapnya.

Tukiran menyampaikan, pascakejadian rumahnya mengalami rusak berat. Dinding gebyok jebol diterjang longsor sepanjang enam meter. Akibatnya, Tukiran sekeluarga perlu mengungsi agar bisa beristirahat tanpa khawatir dengan longsor susulan.

Sependapat dengan Tukiran, Dukuh Sabrang Prihana membenarkan kejadian yang menimpa warganya. Memang wilayah Padukuhan Sabrang termasuk rawan tanah longsor. Terlebih daerah sekitar tebing sering dibangun pemukiman yang sebenarnya membahayakan.

"Memang sering terjadi longsor, tapi mau bagaimana lagi masyarakat tidak punya tanah lain," ujarnya.

Prihana menuturkan, longsor di rumah Tukiran seringkali dialami warga lain. Namun, untuk kasus di rumah Tukiran tergolong besar dibanding tahun sebelumnya. Lantaran, longsoran mampu merobohkan dinding dan material masuk ke rumah. Melihat kejadian itu, warga berinisiatif melakukan kerja bakti untuk membersihkan material.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufiq Prihadi menyampaikan, pihaknya telah melakukan penilaian di lokasi kejadian. BPBD kemudian menyalurkan bantuan berupa tikar, terpal, dan logistik."Kalau alat berat bisa diajukan, tetapi haru melihat medan," ujarnya. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Girimulyo #Kulon Progo #Bumi Binangun #Bencana #hujan disertai angin #Hidrometeorologi #rumah #tebing #Longsor