Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kekurangan Dokter, Puskesmas Samigaluh 1 Tak Bisa Jadi Alternatif RS Untuk Pelayanan 24 Jam

Anom Bagaskoro • Minggu, 15 Desember 2024 | 22:39 WIB

 

AKTIVITAS: Pengunjung puskemas menunggu di dekat lobby depan.
AKTIVITAS: Pengunjung puskemas menunggu di dekat lobby depan.
KULON PROGO, RADAR JOGJA - Jauh dari perkotaan, wilayah Kapanewon Samigaluh membutuhkan fasilitas kesehatan 24 jam.

Idealnya puskesmas menjadi fasilitas rujukan pengganti rumah sakit.

Namun, hal ini tak terjadi di Kapanewon Samigaluh.

Lantaran, kurangnya tenaga medis khususnya dokter.

Wakil Ketua 2 DPRD Kulon Progo Suharto membenarkan hal itu.

Sebagai warga Samigaluh, Puskesmas Samigaluh 1 belum melakukan pelayanan optimal 24 jam.

Lantaran, di malam hari tidak ada dokter yang berjaga.

Padahal dokter jaga sangat diperlukan untuk penanganan kedaruratan.

"Saat malam dokter tidak berjaga, itu karena kekurangan tenaga medis," ucap Suharto, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (15/12).

Suharto menyampaikan, Puskesmas Samigaluh 1 sangat berperan sentral. Pasalnya, faskes ini menjadi rujukan masyarakat 6 kalurahan di Samigaluh.

Terlebih, wilayah Samigaluh jauh dari pusat kota membuat akses ke rumah sakit pemda maupun swasta cukup memberatkan masyarakat.

Medan perbukitan dengan infrastruktur yang belum terjamah pembangunan, semakin membuat masyarakat merujuk ke Puskesmas Samigaluh.

Sayangnya, pelayanan puskesmas dinilai kurang optimal, terutama saat malam hari.

Jika ada kejadian kecelakaan atau kegawatdaruratan, pasien tidak langsung ditangani.

Lantaran, malam hari puskesmas tidak memiliki dokter jaga.

"Khususnya saat malam, terkadang masyarakat perlu menunggu," ujarnya.

Politisi PKB ini menyampaikan, pemda perlu mendorong fasilitas kesehatan di wilayah utara Kulon Progo.

Tak hanya Samigaluh, beberapa kapanewon wilayah utara seringkali menemui masalah sama.

Kebanyakan puskesmas masih memerlukan tambahan dokter untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan pada wilayah utara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami membenarkan keadaan Puskesmas Samigaluh 1.

Menurutnya, pemkab telah berupaya menambah dokter yang bertugas di puskesmas.

Penambahan dilakukan dengan rekruitmen melalui CPNS. Sayangnya, usaha itu tidak mudah direalisasikan.

Lantaran, CPNS dokter tak banyak di daftar pelamar.

Hal yang sama juga diungkapkan, Kepala Puskesmas Samigaluh 1 Dhian Anggorowati membenarkan perihal kekurangan dokter.

Idealnya, untuk melakukan pelayanan 24 jam dibutuhkan 11 dokter yang bergantian berdasarkan shift.

Saat ini, Puskesmas Samigaluh 1 hanya memiliki 4 dokter umum dan 1 dokter gigi.

"Untuk dokter dari jam 8 pagi hingga jam 3, setelah itu kami melakukan layanan on call," ujarnya.

Dhian menyampaikan, kendati kekurangan dokter, pihaknya terus berupaya melakukan pelayanan 24 jam.

Jika terdapat masyarakat yang hendak dirawat di Puskesmas Samigaluh 1 telah dilengkapi Unit Gawat Darurat (UGD).

Operasional di malam hari, dilakukan oleh tenaga medis seperti perawat yang telah dilengkapi sertofikat khusus, untuk melakukan penanganan.

Selain itu, Puskesmas Samigaluh 1 membuka layanan konsultasi 24 jam.

Upaya ini dilakukan untuk memberi layanan 24 jam ke masyarakat yang datang ke puskesmas di malam hati.

Menggunakan komunikasi tidak langsung, petugas medis akan mendapat pengarahan langsung oleh dokter. Dokter juga melakukan diagnosis mendalam via on call. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #rumah sakit #Samigaluh