Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sedang Panen Ikan Bawal Laut, Nelayan di Pantai Congot Nganggur, Ini Alasannya

Anom Bagaskoro • Jumat, 13 Desember 2024 | 03:20 WIB

Warga melintas di dekat perahu nelayan yang bersandar di Pantai Congot, Kulon Progo, kemarin (12/12). Belasan nelayan setempat memilih menyandarkan perahu dan tidak melaut karena gelombang tinggi
Warga melintas di dekat perahu nelayan yang bersandar di Pantai Congot, Kulon Progo, kemarin (12/12). Belasan nelayan setempat memilih menyandarkan perahu dan tidak melaut karena gelombang tinggi

 

KULON PROGO - Memasuki akhir tahun, biasanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Congot akan dipenuhi ikan bawal laut. Namun, di tahun ini pemandangan TPI Congot tampak berbeda. Lantaran, sudah beberapa hari nelayan di pesisir Pantai Congot tak melaut, akibat cuaca buruk. Ombak setinggi 3 meter menerjang pesisir selama beberapa hari terakhir.

 

Salah satu nelayan Pantai Congot Joharsono membenarkan banyak nelayan yang libur melaut. Dirinya mengaku telah libur mencari ikan sejak 4 hari lalu. Lantaran, melihat perakiran cuaca yang tak mendukung aktivitas di tengah perairan. Munculnya gelombang tinggi dan badai di selatan Bumi Binangun, membuat nelayan memilih beraktivitas di rumah.

 

"Nganggur, karena cuaca sedang tidak bersahabat," ucap Joharsono, Kamis (12/12).

Johar menceritakan, ketinggian ombak di pesisir Kulon Progo mencapai 3 meter. Padahal, di hari biasa tinggi ombak hanya berkisar 1 - 2 meter. Ombak tinggi tentunya mengendorkan niat nelayan melaut. Lantaran, saat akan berangkat nelayan perlu menembus terjangan ombak. Jika ombak terlalu tinggi, perahu nelayan dapat karam tersapu. Itu menyebabkan kerugian yang tidak bisa ditanggung nelayan kecil di Pantai Congot.

 

Untuk menembus ombak setinggi 3 meter, tak hanya membutuhkan nyali nelayan saja. Peralatan dan perahu nelayan juga harus mumpuni. Perahu perlu berukuran sedang, dan ditenagai motor penggerak diatas 15 ph. Namun, kondisi nelayan di Congot cukup terbatas dengan modal. Sehingga, sarana dan peralatan tak se-ideal yang dibayangkan.

 

Selain ombak, nelayan juga melihat cuaca di perairan selatan. Selama beberapa hari terakhir, kondisi di perairan tergolong buruk untuk melaut. Pasalnya, hujan dan badai terbentuk di perairan selama beberapa hari terakhir. Selain itu, dari pengamatan nelayan menggunakan data BMKG menunjukkan adanya bibit siklon yang dapat mengganggu aktivitas mencari ikan.

"Sayang sekali, padahal sudah memasuki musim ikan bawal laut," ucapnya.

 

Johar menyampaikan, 12 nelayan telah menyandarkan kapalnya di Pantai Conogot sejak 4 hari terakhir. Padahal, nelayan sudah menunggu momen musim panen di akhir tahun. Lantaran, Desember menjadi musim panen bawal laut.

 

Sebagian besar nelayan menganggap akhir tahun sebagai musim panen rejeki. Lantaran, jumlah tangkapan bawal laut akan mengalami peningkatan. Selain itu, harga bawal laut meningkat di akhir tahun. Tak tanggung-tanggung harga bawal laut menginjak angka Rp 300 ribu per kg. Hal itulah yang membuat nelayan Congot cukup kecewa.

 

Sementara itu, Sekretaris SRI Wilayah V Kulon Progo Danang Susanto membenarkan fenomena ombak tinggi. Seluruh aktivitas nelayan bai di Pantai Congot maupun pesisir selatan Kulon Progo lumpuh total. Peningkatan gelombang akibat cuaca buruk menjadi penyebab utamanya.

"Dari pemantauan kami, tinggi gelombang berkisar 3-4 meter," ujarnya.

 

Danang menyampaikan, prediksi BMKG dan pengamatan mereka tak berbeda jauh. Dari prediksi BMKG, ombak tinggi akan berlangsung hingga 2 hari ke depan. Ombak akan berangsur-angsur turun dan dalam posisi normal sekitar 5 hari. 

 

Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar nelayan tak nekat melaut hanya karena ingin mengejar momentum panen bawal laut. Lantaran, jika memaksa melaut nelayan akan terancam keselamatannya. Selain itu, pihaknya menghimbau agar pengunjung di pesisir pantai untuk berhati-hati selama ombak masih tinggi. (gas)

Editor : Heru Pratomo
#melayan #Tempat Pelelangan Ikan (TPI) #Setinggi #ombak #Cuaca Buruk #pantai #Congot