Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemilik sedang Tidur Pulas, Rumah Warga di Purwosari Kulon Progo Roboh Diterjang Angin dan Hujan Deras

Anom Bagaskoro • Rabu, 11 Desember 2024 | 04:39 WIB

 

   PUING: Warga sekitar mengumpulkan puing bangunan bekas robohnya atap.
  PUING: Warga sekitar mengumpulkan puing bangunan bekas robohnya atap.
 

 

 

 

 

KULON PROGO - Dampak bencana hidrometeorologi cukup terasi di Kawasan Perbukitan Menoreh. Rentetan bencana kali ini berdampak di Padukuhan Tegalsari, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Selasa (10/12) dini hari. Rumah milik Suwardi roboh usai diterpa angin kencang dan tak mampu menahan derasnya air hujan.

 

 

Kepala BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi menyampaikan kronologi kejadian. Robohnya rumah milik warga terjadi pada pukul 02.00, saat penghuni rumah sedang tertidur pulas. Untungnya kejadian itu tak memakan korban, dan hanya berdampak pada kerusakan rumah warga.

 

 

"Pantauan kami wilayah Perbukitan Menoreh memang sedang dilanda hujan deras bercampur angin," ucapnya, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (10/12).

 Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Generasi Muda Tentang TPPO, Kantor Imigrasi Yogyakarta Gelar Talkshow

 

Taufik menjelaskan, wilayah utara Bumi Binangun memang sejak sore hari telah diterpa cuaca buruk. Curah hujan yang cenderung tinggi, ditambah angin kencang dirasakan hingga pagi hari. Saat itu, rumah Suwardi memang tidak dalam kondisi optimal. Lantaran, bangunannya sudah rapuh termakan usia.

 

 

Tepat pukul 02.00 WIB dini hari, terdengar suara keras dari belakang rumah milik Suwardi. Sontak kejadian itu, membangunkan pemilik rumah dan langsung melakukan pengecekan. Didapati bagian atap rumah telah roboh dan menimpa beberapa barang yang ada di dalam rumah. Kejadian iyu kemudian dilaporkan oleh relawan ke BPBD Kulon Progo untuk ditindaklanjuti.

 

 

"Sudah di asesment, 50 persen rumahnya rusak dan bagian terparah berupa dapur," ujarnya.

 

 

Taufik menjelaskan, dapur menjadi bagian rumah yang rusak parah. Rangka atap dan genting berbahan tanah liat ambruk menimpa barang-barang di dalam dapur. Dati hasil penilaian, kondisi rumah memang sudah rapuh, terutama bagian atap. Sehingga, saat terkena air hujan dengan intensitas deras, atap tak mampu menahan.

Baca Juga: Tenggat Waktu Tinggal Lima Hari, Wakil Bupati Sleman Tinjau Renovasi Stadion Maguwoharjo, Harap Ada Perbaikan Resapan Rumput , Kapan PSS Kembali?  

 

Langkah awal atas kejadian itu, warga sekitar melakukan kerja bakti untuk membersihkan bekas puing bangunan. Barang-barang di dalam rumah juga dievakuasi untuk mengurangi jumlah kerugian. Sedangkan di sisi BPBD telah menyiapkan sejumlah bantuan. Bantuan utama berupa bantuan untuk perbaikan rumah, seperti penutup atap berupa seng. Diharapkan masyarakat ikut serta melakukan kerja bakti untuk proses perbaikan. Selain itu, bantuan logistik kebutuhan pokok juga telah disalurkan pasca asesment.

 

 

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyatakan komitmen pemkab dalam penanganan bencana. Di akhir tahun 2024 ini, pemkab ikut serta dalam mendistribusikan bantuan perbaikan rumah dan fasum terdampak bencana. Program ini sebelumnya belum terealisasi. Namun, di tahun ini melihat potensi dan dampak bencana penggelontoran bantuan diperlukan.

 

 

"Minimal pemkab hadir, walaupun dengan keterbatasan bantuan yang kami miliki," ujarnya. (gas)

Editor : Heru Pratomo
#Girimulyo #musibah #Kulon Progo #Angin Kencang #rumah #Purwosari #BPBD #bencana hidrometeorologi #Tegalsari #air hujan