KULON PROGO - Dampak bencana hidrometeorologi cukup terasi di Kawasan Perbukitan Menoreh. Rentetan bencana kali ini berdampak di Padukuhan Tegalsari, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Selasa (10/12) dini hari. Rumah milik Suwardi roboh usai diterpa angin kencang dan tak mampu menahan derasnya air hujan.
Kepala BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi menyampaikan kronologi kejadian. Robohnya rumah milik warga terjadi pada pukul 02.00, saat penghuni rumah sedang tertidur pulas. Untungnya kejadian itu tak memakan korban, dan hanya berdampak pada kerusakan rumah warga.
"Pantauan kami wilayah Perbukitan Menoreh memang sedang dilanda hujan deras bercampur angin," ucapnya, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (10/12).
Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Generasi Muda Tentang TPPO, Kantor Imigrasi Yogyakarta Gelar Talkshow
Taufik menjelaskan, wilayah utara Bumi Binangun memang sejak sore hari telah diterpa cuaca buruk. Curah hujan yang cenderung tinggi, ditambah angin kencang dirasakan hingga pagi hari. Saat itu, rumah Suwardi memang tidak dalam kondisi optimal. Lantaran, bangunannya sudah rapuh termakan usia.
Tepat pukul 02.00 WIB dini hari, terdengar suara keras dari belakang rumah milik Suwardi. Sontak kejadian itu, membangunkan pemilik rumah dan langsung melakukan pengecekan. Didapati bagian atap rumah telah roboh dan menimpa beberapa barang yang ada di dalam rumah. Kejadian iyu kemudian dilaporkan oleh relawan ke BPBD Kulon Progo untuk ditindaklanjuti.
"Sudah di asesment, 50 persen rumahnya rusak dan bagian terparah berupa dapur," ujarnya.
Taufik menjelaskan, dapur menjadi bagian rumah yang rusak parah. Rangka atap dan genting berbahan tanah liat ambruk menimpa barang-barang di dalam dapur. Dati hasil penilaian, kondisi rumah memang sudah rapuh, terutama bagian atap. Sehingga, saat terkena air hujan dengan intensitas deras, atap tak mampu menahan.
Langkah awal atas kejadian itu, warga sekitar melakukan kerja bakti untuk membersihkan bekas puing bangunan. Barang-barang di dalam rumah juga dievakuasi untuk mengurangi jumlah kerugian. Sedangkan di sisi BPBD telah menyiapkan sejumlah bantuan. Bantuan utama berupa bantuan untuk perbaikan rumah, seperti penutup atap berupa seng. Diharapkan masyarakat ikut serta melakukan kerja bakti untuk proses perbaikan. Selain itu, bantuan logistik kebutuhan pokok juga telah disalurkan pasca asesment.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyatakan komitmen pemkab dalam penanganan bencana. Di akhir tahun 2024 ini, pemkab ikut serta dalam mendistribusikan bantuan perbaikan rumah dan fasum terdampak bencana. Program ini sebelumnya belum terealisasi. Namun, di tahun ini melihat potensi dan dampak bencana penggelontoran bantuan diperlukan.
"Minimal pemkab hadir, walaupun dengan keterbatasan bantuan yang kami miliki," ujarnya. (gas)
Editor : Heru Pratomo