Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Angin Kencang di Bukit Menoreh Kulon Progo Pagi Ini Sebabkan Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon, Beruntung Tidak Ada Korban Jiwa

Anom Bagaskoro • Senin, 9 Desember 2024 | 21:40 WIB
EVAKUASI: Warga dan tokoh masyarakat bergotong royong membersihkan puing bangunan rumah Nardi yang tertimpa pohon.
EVAKUASI: Warga dan tokoh masyarakat bergotong royong membersihkan puing bangunan rumah Nardi yang tertimpa pohon.

KULON PROGO - Dampak angin kencang di Perbukitan Menoreh menyebabkan kerusakan rumah warga.

Tepatnya di Padukuhan Beteng, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo.

Rumah milik warga bernama Nardi ambruk tertimpa pohon kedawung setinggi 20 meter, Senin (9/12/2024).

Bahkan kondisi rumah kini rata dengan tanah.

Saksi kejadian, Firman Nurul Anwar yang merupakan tetangga Nardi mengatakan, kejadian sekitar pukul 03.00 WIB.

Karena rumahnya yang hanya berjarak 10 meter dari rumah Nardi, dia mendengar suara layaknya pohon ambruk.

"Dini hari, ada suara brakk cukup keras saya kira cuma dahan pohon yang roboh," ucap Firman, saat ditemui Radar Jogja, Senin (9/12/2024).

Bersamaan dengan hal itu, listrik rumahnya juga ikut padam.

Penasaran dengan suara keras, dirinya memberanikan diri ke luar rumah untuk melihat kondisi sekitar dengan lampu senter.

Dia pun melihat kondisi rumah Nardi yang telah roboh.

Beruntung tidak ada korban atas kejadian tersebut.

Saat itu, kondisi rumah Nardi sepi. Sebab Nardi sedang bekerja di luar kota.

Keesokan harinya, Firman melaporkan kejadian itu ke tetangga lain, dan pamong desa.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, sejak pagi hari warga Padukuhan Beteng telah berkumpul di lokasi kejadian.

Beberapa pamong kalurahan, personil kepolisian, dan masyarakat bekerja bakti di bekas reruntuhan.

Batang pohon berukuran 50 cm yang menimpa rumah juga langsung dipotong.

Pohon itu menimpa bagian ruang tamu yang berstruktur kayu dan bersekat gebyok.

50 persen bangunan rata dengan tanah. 

Puing-puing genting dan rangka atap berserakan, mulai dibersihkan oleh masyarakat sekitar.

Melihat kondisi bangunan yang telah usang dimakan usia, warga memutuskan untuk merobohkan seluruh bangunan.

Pasalnya, rumah tersebut sudah tak mampu diperbaiki.

Terlihat dari atap genting yang telah dutumbuhi lumut, serta kayu atap yang telah lapuk dimakan usia.

Lurah Jatimulyo Anom Sucondro menyampaikan, setelah proses pembersihan dan evakuasi selesai akan ada langkah perbaikan untuk rumah Nardi.

Kondisi rumah tergolong sudah tua dan sebaiknya dilakukan penggantian keseluruhan.

Sehingga, keputusan untuk merobohkan rumah dinilai lebih baik.

"Saat ini kami baru mengevakuasi perabot, dan benda-benda yang masih berada dalam rumah," ujarnya.

Sebagai informasi awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo dan Baznas nantinya akan ikut membantu dalam memperbaiki rumah Nardi agar layak ditinggali.

Saat ini, personil BPBD juga telah melakukan penilaian kejadian, dan telah mendistribusikan bantuan logistik, serta peralatan penunjang. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#baznas #kepolisian #bukit menoreh #tidak ada korban jiwa #Kulon Progo #pohon ambruk #BPBD Kulon Progo #kerja bakti #Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon #rumah warga #evakuasi #rumah ambruk #Dampak Angin Kencang