Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kopi Darat Ambulan Se-Kulon Progo Mencegah Potensi Kecelakaan Saat Bertugas

Anom Bagaskoro • Minggu, 8 Desember 2024 | 22:56 WIB

BERJEJER: Ratusan Ambulance berkumpul setelah melakukan pelatihan.
BERJEJER: Ratusan Ambulance berkumpul setelah melakukan pelatihan.
KULON PROGO - Ratusan ambulans dari berbagai instansi memadati lapangan Bukit Cubung, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Sabtu (7/12).

Kedatangan mereka dalam rangka mengikuti kopi darat (Kopdar) yang diselenggarakan Resceu Ambulance Barat (RAB) Kulon Progo.

Tak hanya berbincang, acara tersebut diadakan sebagai upaya meningkatkan potensi pengemudi ambulans.

Dengan harapan mencegah potensi kecelakaan.

Ketua Panitia Kopdar Ambulance Febtaris Nursuparyanto menjelaskan rangkaian dari kegiatan kopdar.

Berhubung kegiatan memiliki tujuan mencegah potensi kecelakaan ambulance saat bertugas, Kopdar mencoba meningkatkan kompetenai pengemudi.

"Meningkatkan kompetenai rekan-rekan pengemudi driver," ucap Febta, saat ditemui Radar Jogja, Sabtu (7/12).

Febta menyampaikan, Kopdar diikuti 105 ambulance yang berasal dari Kulon Progo dan daerah sekitarnya.

Asal ambulance sebagian besar dari instansi non pemerintahan dan relawan.

Sehingga, kebanyakan dari pengemudinya merupakan relawan kemanusiaan.

Adanya kopdar diharapkan mampu meningkatkan kompetnsi relawan pengemudi ambulans.

Maraknya kecelakaan ambulans akhir-akhir ini, membuat RAB menyusun kurikulum untuk peningkatan kompetensi yang disampaikan saat Kopdar.

Terdapat 3 materi utama yang dibahas yaitu, regulasi, pedoman berkendara, dan bantuan hidup dasar.

Ketiganya diselaraskan untuk memenuhi kebutuhan lapangan ambulance

Pada materi regulasi dan pedoman berkendara, pemateri berasal dari kepolisian serta praktisi kedaruratan.

Dalam materi disampaikan jelas mengenai aturan mengendarai ambulan, penggunaan sirine, kode sirine, dan hal-hal berkaitan aktivitas ambulan.

Sedangkan pada materi bantuan hidup dasar, pematerinya berasal dari Dinas Kesehatan yang memiliki latar belakang kedokteran.

Tujuannya, agar pengemudi serta relawan yang mengoperasionalkan ambulan dapat ikut serta mengevakuasi korban.

Tentunya, proses evakuasi tak bisa dilakukan oleh relawan yang tak memiliki pengetahuan.

Dalam materi, relawan mempelajari cara evakuasi, hingga penanganan awal saat terjadi kejadian kegawat daruratan.

"Hasil pelatihan akan diwujudkan berupa sertifikat, serta setelah ini ambulance akan teregistrasi di Dinas Kesehatan," tuturnya.

Selain pelatihan, kopdar juga sebagai ajang silaturahmi.

Panitia sengaja menyelenggarakan lomba kelengkapan ambulan untuk memberikan semangat pengemudi dan relawan.

Kegiatan itu, kemudian ditutup dengan konvoi ambulan pada sore hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dia menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pengemudi dan relawan ambulan.

Lantaran, melalui kegiatan itu pihaknya dapat mengetahui kekuatan ambulan di Bumi Binangun.

"Sebenarnya belum cukup, tetapi sudah luar biasa ada ratusan ambulan," ujarnya.

Budi menyatakan, melalui kopdar diharapkan pengemudi dan relawan ambulan mendapatkan pengetahuan baru.

Harapannya, kejadian kecelakaan ambulan dapat diminimalisir. Lantaran, peningkatan kompetensi menyasar penggunaan dan regulasi berkendara ambulan. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulonprogo #ambulans