Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kulon Progo Menjadi Salah Satu Kabupaten Paling Rawan Bencana se-DIY

Anom Bagaskoro • Kamis, 5 Desember 2024 | 22:46 WIB
APEL: Relawan mengikuti kegiatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
APEL: Relawan mengikuti kegiatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

 

KULON PROGO - Musim penghujan membawa potensi bencana.

Di DIY, Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah paling rawan terdampak bencana.

Hal ini diungkapkan, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono saat memimpin Apel Siaga Relawan, di Balai Kalurahan Wijimulyo, Kamis (5/12/2024).

Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan potensi kerawanan bencana.

Kulon Progo secara khusus diikutkan ke dalam sebuah forum kebencanaan yang diadakan di Badung Bali, minggu depan.

Padahal kabupaten kota lain di DIJ tak diikutsertakan ke dalam forum tersebut.

"Menunjukkan Kulon Progo masuk kategori rawan bencana sepanjang tahun," ujarnya.

Triyono menyampaikan, kondisi geografis Kulon Progo relatif rawan.

Lantaran, di selatan terdapat potensi bencana tsunami dan banjir.

Sedangkan, di kawasan utara menjadi langganan tanah longsor dan kekeringan.

Bencana-bencana itu bisa ditemui di sepanjang tahun.

Berbeda dengan kabupaten kota lain di DIJ, yang potensi bencana hanya di musim-musim tertentu.

Selain itu, mayoritas bencana di Kulon Progo bersifat sporadis dan berdampak ke aktivitas masyarakat secara langsung.

Hal ini berbeda dengan kabupaten lain yang memiliki kecenderungan bencana lebih terpusat, seperti Kabupaten Sleman dengan bencana erupsi Gunung Merapi.

"Apel siaga relawan ini, menjadi momentum mengigatkan potensi bencana," ujarnya.

Triyono menyampaikan, apel siaga relawan dilakukan untuk memastikan setiap stakeholder tanggap dengan potensi bencana.

Baginya penanggulangan dan penanganan bencana bukanlah tugas BPBD saja.

Lantaran, bencana memiliki dimensi kemanusiaan yang bisa diselesaikan melalui kolaborasi pentahelix.

Keberadaan relawan diharapkan mampu membantu tugas penanganan bencana.

Oleh karena itu pada apel relawan, Triyono membuka sesi saran dan masukan dari relawan.

Tujuannya, untuk mendengarkan keluhan dan saran dari relawan.

Beberapa keluhan relawan terpusat pada infrastruktur pendukung penanganan bencana.

"Curhatan dari relawan tidak muluk-muluk, mereka meminta kebutuhan yang memang seharusnya dilengkapi," ujarnya.

Triyono menyatakan, Pemkab Kulon Progo telah mencatat saran relawan untuk segera ditindaklanjuti.

Beberapa relawan meminta fasilitas repeater komunikasi, dan alat-alat penanganan kebencanan.

Nantinya, usulan alat segera diwujudkan melalui BPBD dengan menggunakan belanja tak terduga (BTT).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi membenarkan perihal potensi kerawanan bencana.

Menurutnya potensi Bencana di Bumi Binangun tidak bisa dibandingkan dengan daerah lain di DIJ. Bencana di Bumi Binangun memiliki karakteristik tersendiri, yang patut diwaspadai.

"Tipenya sporadis, kecil-kecil, tapi dampaknya bersinggungan langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Klaim ini bukanlah omong kosong, BPBD mencatat sepanjang November ada 110 kejadian bencana di Kulon Progo.

Itupun data yang termonitor di Tim Reaksi Cepat (TRC).

Tim ini berhubungan langsung dengan lokasi bencana dan mendapat laporan langsung dari masyarakat. Namun, ada kemungkinan data tersebut masih bisa bertambah.

Lantaran, banyak kejadian bencana yang bersifat kecil, membuat masyarakat enggan melapor. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kulon Progo #DIY #kabupaten #rawan bencana