KULON PROGO - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa memanfaatkan media sosial (medsos) untuk promosi. Hal ini dapat membantu memperkenalkan produk tanpa mengeluarkan banyak modal. Sebab hanya bermodalkan kuota, produk bisa dikenal oleh masyarakat luas. Tak terkecuali sampai luar Indonesia.
"Through training, products can be imported overseas, from Indonesia to another countries (melalui pelatihan, produk bisa diimpor ke luar negeri, dari Indonesia ke negara lain)," ucap mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) Abdullah Ali Qaid saat memberikan penjelasan kepada 30 perajin serat alam di Padukuhan Sadang, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo Selasa (3/12/2024).
Mahasiswa dari Yaman menganggap, produk serat alam dari wilayah Kulon Progo tersebut mampu menembus pasar mancanegara. Potensi ini tak boleh dilewatkan. Sehingga optimalisasi medsos yang mampu menjangkau pengikut dari luar negeri perlu dimanfaatkan.
Sementara mahasiswa lainnya Mericio Akara Juvinal menyampaikan, mayoritas masyarakat di Tanjungharjo merupakan perajin. Oleh karena itu, seminar mengarah pada promosi melalui medsos. Perkembangan zaman menuntut UMKM beradaptasi dan memanfaatkan teknologi.
Seminar kali ini, lannjutnya, mencoba mengupas setiap aktivitas produksi kerajinan serat alam. Peserta diajak mengamati potensi aktivitas yang dapat menarik penonton siaran langsung Facebook. Seperti memperlihatkan proses menganyam buket. “Konten menganyam termasuk kategori satisfying yang memancing perhatian penonton,” ungkpanya.
Sementara itu, peserta sekaligus Direktur Murakabi Muh Othman Moerbayatma merasa antusias dengan pelatihan. Sebab untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar, dia cukup kesulitan. Dia pun baru mengetahui peran medsos dapat menembus batas wilayah untuk memperkenalkan produk.
"Selama ini penghambatnya berupa promosi, kami sudah memiliki lima platform medsos tapi belum optimal," ujarnya.
Kini, dia mengetahui soal siaran langsung yang bisa dimanfaatkan untuk media promosi. Bahkan, bisa menjangkau pasar luar negeri. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita