KULON PROGO - Kompetisi International Rafting Federation (IRF) Asia Pasific resmi dibuka, Senin (3/12/2024).
Bertajuk Festival Arung Progo 2024, rangkaian kegiatan olahraga arung jeram akan dilaksanakan di Bumi Binangun, tepatnya di Sungai Progo bagian bawah.
Perhelatan bertaraf internasional ini, diikuti tim yang berasal dari luar negeri.
Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY Agus Langgeng Basuki menyampaikan laporannya dalam acara pembukaan IRF Asia Pasific.
Terdapat 250 peserta, yang berasal dari 30 tim.
Di antara 30 tim, 2 tim diantaranya berasal dari Malaysia dan Nowegia.
Nantinya, setelah pembukaan peserta mancanegara berkemungkinan bertambah, sesuai dengan jadwal pertandingan.
"Terdapat 6 kelas yang dipertandingkan, di tahun ini ada kelas baru yang tampil yaitu kayak dan speed kano," ujarnya.
6 kelas dalam IRF berupa, R4 men & women open international rafting race, R4 mix open regional rafting race, men women open river boarding, R4 men & women national rafting race, men & women open kayak race, dan R4 resceu team competition.
Kelas Race akan mengikuti pertandingan Sprint Race, Head to Head Race, Slalom Race, dan Down River Race.
IRF akan diselenggarakan selama 7 hari, dimulai dengan peninjauan rute 2 Desember 2024, pembukaan dan pemantapan pada 3 Desember.
Kemudian kompetisi dimulai pada 4 Desember. Kompetisi dilaksanakan di sepanjang Sungai Progo bagian bawah yaitu yang masuk ke dalam Kabupaten Kulon Progo.
Titik start akan terpusat di Wisata Getek Balong dan finish di Ancol Kalibawang, atau sejauh 7 km.
Pembukaan IRF dipusatkan di Gerbang Samudra Raksa, dengan penampilan display setiap kontingrn.
Setelah dibukanya acara, peserta melakukan training run.
Setiap tim diberikan waktu untuk melakukan peninjauan rute, dan memanfaatkannya untuk latihan medan. Lantaran, di hari berikutnya kompetisi akan resmi dinilai.
Salah satu peserta asal Malaysia Aijizad menyampaikan antusiasnya.
Lantaran, baru pertama kali dirinya mengikuti kegiatan arung jeram di luar negeri.
Terutama di Indonesia yang terkenal dengan sungai yang layak ditaklukan.
"Menantang, wave-nya cukup tinggi," ujarnya.
Aijizad menyatakan, tak banyak sungai di Malaysia yang memiliki karakteristik seperti Sungai Progo. Sungai Progo dinilai cocok untuk arung jeram.
Pasalnya, arus Sungai Progo termasuk deras, dan ketinggian gelombang mendukung olahraga adrenalin arung jeram.
Setelah melakukan testing rute, Aijizad merasakan gelombang sungai cukup tinggi.
Perahu peserta bisa berkemungkinan terbalik, akibat berdiri menahan gelombang.
Baca Juga: Undang 500 UMKM secara Nasional, J&T Express Gelar J&T Connect Preneur Summit
Sehingga, timnya perlu memetakan rute dan strategi, agar memperoleh waktu terbaik. Selain itu, keselamatan timnya menjadi bagian utama.
Kesempatan berkompetisi di Indonesia juga dimanfaatkan timnya untuk menikmati waktu berlibur.
Setelah kompetisi, timnya berencana mengunjungi beberapa tempat wisata di Kulon Progo.
Timnya juga akan menyempatkan berkunjung di wisata Candi Borobudur yang dekat dengan homestay mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito menjelaskan tujuan dari IRF.
IRF yang merupakan hasil kerjasama Dinpar dan FAJI dengan dukungan Dana Keistimewaan dikembangkan untuk memperkenalkan sport tourism di Kulon Progo.
"Untuk menarik kunjungan, terutama melebarkan kunjungan dari mancanegara," tuturnya.
Joko menjelaskan, melalui pendampingan dari Dinpar, wisata arung jeram di Kalibawang akan dilaksanakan secara reguler.
Wisata akan dikelolan 4 kalurahan banjar, yaitu Kalurahan Banjarharjo, Banjarasri, Banjararum, dan Banjaroyo.
Gerbang Samudra Raksa juga akan diaktifkan kembali untuk mendukung wisata yang ada. (gas)