Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Ada Normalisasi Sungai, Warga di Sisi Selatan Kulon Progo Khawatirkan Banjir Terjadi Lagi di Tahun Ini

Anom Bagaskoro • Senin, 2 Desember 2024 | 11:10 WIB

 

 

KERJA BAKTI: Warga Padukuhan Bugel, Panjatan, Kulon Progo melakukan pembersihan eceng gondok di Sungai Bedoyo.
KERJA BAKTI: Warga Padukuhan Bugel, Panjatan, Kulon Progo melakukan pembersihan eceng gondok di Sungai Bedoyo.

KULON PROGO - Musim hujan, sebagian besar warga di bagian selatan Kulon Progo diliputi kekhawatiran. Sebab menjelang musim hujan, tak ada normalisasi Sungai Gun Sheiro. Akibatnya, potensi sungai meluap bisa terjadi kembali, seperti di awal 2024.

Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo Edi Priyono menyampaikan potensi air meluap saat musim hujan bukanlah barang baru di wilayah selatan Kulon Progo. Terutama jika tak ada normalisasi sungai yang dilakukan oleh stakeholder terkait.

"Masyarakat khawatir dengan kondisi sungai, karena berpotensi air meluap dan membuat genangan," ucapn Edi Minggu (1/12/2024).


Edi menjelaskan, kejadian banjir terakhir kali di awal 2024. Saat itu, Sungai Gun Sheiro meluap hingga masuk ke area kawasan penduduk dan lahan pertanian. Untungnya, banjir hanya bersifat genangan sementara. Sehingga air surut dalam beberapa jam saja.

Jika dibandingkan dengan banjir di area permukiman, dampak di area pertanian terlihat jelas. Sebab banjir genangan tak kunjung surut. Komoditas cabai yang sering ditanam di area selatan, tentunya rusak parah. Sehingga petani menanggung kerugian besar.

 Baca Juga: Remaja Laki-Laki di Sleman Jadi Korban Pelecehan Seksual di Masjid

Menurutnya, kejadian banjir bisa terjadi akibat tak adanya normalisasi. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) tak melakukan normalisasi sungai pada 2023. Akibatnya, endapan berupa lumpur mengganggu laju air. Tanaman eceng gondok yang tumbuh liar dan tak dibersihkan juga menjadi penyebab banjir. Eceng gondok kerap ditemui sebagai penghambat aliran sungai.

"Tahun ini kami melihat tidak ada normalisasi, jadi masyarakat khawatir," ujarnya.

 Baca Juga: Beruntungnya PSIM punya Arlyansyah dan Irvan Mofu, PSIM Jogja Menang 5-0 atas Nusantara FC, Rafinha Cetak Hattrick

Edi menyampaikan, didasari pengalaman banjir di tahu sebelumnya, masyarakat melakukan upaya normalisasi secara swadaya. Setiap Minggu, masyarakat melakukan normalisasi dengan alat swadaya. Mereka melakukan pembersihan eceng gondok. Dengan cara menariknya agar tersapu mengikuti aliran sungai.

Namun, tindakan ini hanya bersifat sementara. Lantaran, eceng gondok akan berkumpul di hilir yang membuat potensi banjir terjadi di hilir. Sehingga, Edi menilai normalisasi sungai dengan alat berat lebih efektif.

 


"Kalau BBWSSO pasti menggunakan alat berat, jadi normalisasi bisa efektif," ujarnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi menyebut, sebelumnya, BPBD telah melakukan kordinasi ke BBWSSO untuk melakukan normalisasi Sungai Gun Sheiro dan sekitarnya. Komunikasi itu disampaikan dengan formal melalui surat maupun non-formal.

BPBD tak bisa berbuat banyak untuk melakukan normalisasi, karena berbeda kewenangan. Sungai merupakan kewenangan dari BBWSSO. Sehingga, pihaknya hanya bisa mengeluarkan surat rekomendasi dan permintaan untuk normalisasi.

"Kami sudah berkomunikasi dengan BBWSSO tetapi di lapangan belum ada normalisasi," tuturnya.

 Baca Juga: KPU Kabupaten Kebumen Masih Fokus Rekapitulasi secara Berjenjang, Awal Desember Ini Ditargetkan Selesai Semua

Taufik menyatakan, jika tak ada normalisasi akan berpotensi pada meluapnya sungai di area selatan Kulon Progo. Meskipun hanya bersifat genangan, namun dampaknya cukup besar bagi masyarakat. Sehingga, pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi agar sungai dapat segera dinormalisasi. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#warga #Ketua #Selatan #penduduk #aliran #potensi #genangan #2024 #2023 #tumbuh #Kulon Progo #BBWSSO #meluap #Liar #Hilir #Banjir #BPBD Kulon Progo #DPRD Kulon Progo #kawasan #endapan #ai #Normalisasi #kekhawatiran #lahan pertanian #Hujan #musim #eceng gondok #Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) #Menjelang #lumpur #komisi 4 #surut #Sungai Gun Sheiro #sungai #sementara #permukiman