Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada TPS Unik di Nanggulan, Kulon Progo, Manfaatkan Galeri Serat Alam, Pemilih Juga Mengenakan Pakaian Adat

Anom Bagaskoro • Rabu, 27 November 2024 | 18:07 WIB
Warga Padukuhan Sadang memberikan hak pilihnya di TPS 07 Padukuhan Sadang, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo Rabu (27/11/2024).
Warga Padukuhan Sadang memberikan hak pilihnya di TPS 07 Padukuhan Sadang, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo Rabu (27/11/2024).

KULON PROGO - Pemandangan berbeda terlihat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 Padukuhan Sadang, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Rabu (27/11/2024). Keunikan TPS ini, berupa perpaduan hiasan serat alam dengan pemilih serta petugas TPS mengenakan baju adat Jawa. Pemilihan TPS sengaja menonjolkan serat alam dengan menggunakan tempat galeri serat alam milik Murakabi Craft.

Ketua KPPS TPS 07 Sugimin menyampaikan perihal keunikan TPS-nya. Padukuhan Sadang merupakan pusat kerajinan serat alam, yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai perajin. Sehingga, TPS dengan konsep serat alam sengaja ditonjolkan.

"Daerah kami memang sentra industri serat alam, jadi ini mewakili masyarakat," ucap Sugimin.

Sugimin menyampaikan, TPS 07 akan melakukan pemungutan suara pada 453 pemilih, diantaranya 1 pemilih disabilitas. Untuk menarik pemilih agar memberikan suaranya, KPPS mencoba menonjolkan serat alam. Lantaran, serat alam merupakan bagian dari hidup masyarakat.

Senada dengan Sugimin, Dukuh Sadang Pargono menyampaikan keunikan dalam proses pemungutan suara. Selain TPS yang mengangkat tema serat alam, pemilih kompak memakai busana adat jawa. Secara sukarela pemilih yang merupakan warga Sadang, mengenakan pakaian adat.

"Itu inisiatif warga, dan semua kompak mengenakan pakaian adat jawa," ujarnya.

Pargono menjelaskan, kekompakan warga menggunakan pakaian adat berawal saat warga berkeinginan melestarikan budaya. Penggunaan busana adat tak membebani masyarakat. Lantaran hampir semua masyarakat telah memiliki pakaian adat sejak lama.

Warga Padukuhan Sadang memberikan hak pilihnya di TPS 07 Padukuhan Sadang, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo Rabu (27/11/2024).
Warga Padukuhan Sadang memberikan hak pilihnya di TPS 07 Padukuhan Sadang, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo Rabu (27/11/2024).

Pantauan Radar Jogja, pemilih berdatangan menggunakan pakaian adat Jawa gagrag Jogja. Pemilih perempuan memakai kebaya dan jarik, lengkap dengan berbagai pernak-pernik. Tak kalah, pemilih laki-laki juga mengenakan surjan dan jarik serta lengkap dengan udengnya.

Antusias masyarakat untuk mencoblos digambarkan pemilih Novi Handayani. Menurutnya, berkat TPS tema serat alam, dia antusias memberikan hak suaranya. Lantaran, penataan serat alam memberikan efek estetik. Sehingga, pemilih sepertinya tak bosan menunggu giliran coblosan.

"Penataannya bagus, jadi bikin betah dan tidak bosan menunggu," ujarnya.

Pernak-pernik serat alam seperti hiasan diniding, bucket, dan vas membuat suasana baru yang menyegarkan. Berbagai gantungan juga terpajang di area pintu masuk menyambut pemilih yang berdatangan. Tak sampai disitu, perpaduan hiasan patung dan tanaman segar membuat rasa sejuk terlihat.

Novi menyatakan, antusiasnya memilih dengan mengenakan baju adat. Penggunaan baju adat bukanlah paksaan baginya. Lantaran, baju adat telah dia punya sejak beberapa tahun lalu. Sehingga, momen pilkada menjadikan dirinya bisa mengenakan baju adat. Langkah ini, dinilai untuk melestarikan kebudayaan Jawa.

"Ini baru pertama kali menggunakan baju adat saat pemilihan," ujaranya.

Sementara itu, Direktur Murakabi Muh Othman Moerbayatma menjelaskan, awal mula pemilihan TPS di tempat mereka. Pada awalnya, Othman berkomunikasi dengan pihak KPPS yang mengajukan peminjaman tempat. Tentunya, permintaan itu langsung diiyakan. Pasalnya, pada Pemilu 2024 lalu tempatnya juga didapuk sebagai TPS.

"Kami ingin menyukseskan Pilkada, karena merupakan pesta demokrasi," ucap Othman.

Othman menyampaikan, TPS berlokasi tepat di belakang rumah produksi Murakabi. Menggunakan bagian galeri, dengan aneka ragam hiasan serat alam ditonjolkan di sana. Hiasan serat alam merupakan produk murakabi yang dibuat langsung oleh masyarakat.

Demi mempersiapkan TPS ini, pengelola ikut serta memindahkan berbagai barang ekspor ke tempat lain. Tujuannya, agar TPS luas dan nyaman untuk pemilih. Butuh waktu tiga hari untuk mempercantik dan menata serat alam untuk TPS. (gas)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#perempuan #Padukuhan Sadang Kalurahan Tanjungharjo Kapanewon Nanggulan #Berbeda #udeng #produk #Gagrag #laki-laki #petugas #Pilkada #pemandangan #Kulon Progo #adat jawa #sentra industri #perpaduan #baju adat jawa #pemilih #Perajin #pemungutan suara #jarik #Murakabi Craft #kompak #coblosan #Surjan #Tema #rumah produksi #pemilu 2024 #Disabilitas #TPS #tempat pemungutan suara (TPS) #kebudayaan #jawa #kebaya #masyarakat #serat alam #keunikan #melestarikan #hiasan #Jogja