Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menjelang Akhir Tahun, Serapan Pupuk Subsidi di Kulon Progo Belum Optimal, Berpotensi Jatah Dikurangi

Anom Bagaskoro • Senin, 25 November 2024 | 04:15 WIB

 

PANEN RAYA: Petani melepaskan gabah dari tanaman padi menggunakan alat perontok padi.
PANEN RAYA: Petani melepaskan gabah dari tanaman padi menggunakan alat perontok padi.
 

KULON PROGO - Serapan pupuk subsidi di Kulon Progo hingga Oktober masih belum optimal. Hal ini pun akan berpotensi pada pengurangan jatah pupuk subsidi di tahun selanjutnya.


Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Wazan Muzakir menjelaskan, penyerapan pupuk subsidi per Oktober belum menyentuh separo. Hal ini karena masih banyak petani yang belum menebus jatah pupuknya. Lantaran, beberapa daerah belum memasuki masa tanam. Diprediksi, alokasi pupuk subsidi dapat terserap di awal Desember.

 Baca Juga: Personel Satreskrim Polres Kulon Progo Berhasil Gagalkan Bayi asal Surabaya yang Jadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

Namun, lanjutnya, serapan pupuk subsidi di Kulon Progo tak pernah mencapai angka 100 persen. Sebab pupuk subsidi bukanlah pupuk gratis yang bisa langsung digunakan. Sehingga, sebagian besar petani tak menebus jatah pupuknya karena meminimalisasi pengeluaran. Padahal pupuk subsidi dapat menekan biaya operasional petani. "Pupuk subsidi lebih murah tiga kali lipat dari harga normalnya," ucap Wazan Minggu (24/11/2024).

Hanya saja, tidak semua petani memiliki modal unutuk bisa menebusnya. Selain itu, kebutuhan pupuk petani juga berbeda-beda. Dari data serapan pupuk, petani lebih banyak memilih pupuk NPK. Lantaran, pupuk ini memiliki tiga unsur berimbang yang langsung bisa diaplikasikan dibanding pupuk urea biasa.

 Baca Juga: Penerapan Cukai MBDK Ditargetkan Mulai 2025, Bea Cukai DIY Berharap Tidak Membuat Gaduh dan Memberatkan Dunia Industri

Sebelumnya, Anggota Komisi 2 DPRD Kulon Progo Yuli Yantoro menyebut, serapan pupuk subsidi pada 2023 hanya 60 persen. “Sangat disayangkan," ucapnya.

Yuli menyampaikan, setidaknya OPD perlu menggenjot serapan hingga mencapai 90 persen. Serapan ini menunjukkan keseriusan OPD dalam pendistribusian pupuk, dan memberikan kepercayaan untuk pemerintah pusat agar terus memberikan alokasi. (gas/eno)


 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Alokasi #oktober #Pengurangan #Komisi 2 DPRD #OPD #npk #Dispertapa #pendistribusian #pupuk #Kulon Progo #biaya operasional #Jatah #Penyerapan #serapan #Berpotensi #Pupuk Subsdidi #pemerintah pusat #Petani #Dinas Pertanian dan Pangan #urea #anggota #belum optimal