KULON PROGO - Serapan pupuk subsidi di Kulon Progo hingga Oktober masih belum optimal. Hal ini pun akan berpotensi pada pengurangan jatah pupuk subsidi di tahun selanjutnya.
Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Wazan Muzakir menjelaskan, penyerapan pupuk subsidi per Oktober belum menyentuh separo. Hal ini karena masih banyak petani yang belum menebus jatah pupuknya. Lantaran, beberapa daerah belum memasuki masa tanam. Diprediksi, alokasi pupuk subsidi dapat terserap di awal Desember.
Namun, lanjutnya, serapan pupuk subsidi di Kulon Progo tak pernah mencapai angka 100 persen. Sebab pupuk subsidi bukanlah pupuk gratis yang bisa langsung digunakan. Sehingga, sebagian besar petani tak menebus jatah pupuknya karena meminimalisasi pengeluaran. Padahal pupuk subsidi dapat menekan biaya operasional petani. "Pupuk subsidi lebih murah tiga kali lipat dari harga normalnya," ucap Wazan Minggu (24/11/2024).
Hanya saja, tidak semua petani memiliki modal unutuk bisa menebusnya. Selain itu, kebutuhan pupuk petani juga berbeda-beda. Dari data serapan pupuk, petani lebih banyak memilih pupuk NPK. Lantaran, pupuk ini memiliki tiga unsur berimbang yang langsung bisa diaplikasikan dibanding pupuk urea biasa.
Sebelumnya, Anggota Komisi 2 DPRD Kulon Progo Yuli Yantoro menyebut, serapan pupuk subsidi pada 2023 hanya 60 persen. “Sangat disayangkan," ucapnya.
Yuli menyampaikan, setidaknya OPD perlu menggenjot serapan hingga mencapai 90 persen. Serapan ini menunjukkan keseriusan OPD dalam pendistribusian pupuk, dan memberikan kepercayaan untuk pemerintah pusat agar terus memberikan alokasi. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita