KULON PROGO - Tak jauh dari longsoran Jalan Dekso-Samigaluh, dampak hujan lebat serta angin kencang berdampak ke rumah warga di Padukuhan Blumbang, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Senin (18/11). Sebuah pohon sengon jawa tinggi 30 meter ambruk dan menimpa rumah warga.
Usman Jati Nugroho anak dari pemilik rumah menyampaikan awal kejadian robohnya pohon. Sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Sebenarnya sejak siang hari hujan telah menerpa wilayah Kalibawang, dan sempat mereda sekitar pukul 15.00 WIB.
"Sore hujan dan angin kencang, tiba-tiba pohon di belakang rumah roboh menimpa bagian dapur," ucap Usman, saat ditemui Radar Jogja ketika sedang membersihkan puing-puing bangunan, Selasa (19/11).
Baca Juga: Tim Tinju DIY Berhasil Sabet Lima Medali di Ajang Pra Popnas Zona III 2024 Yang Digelar di Kota Solo
Usman menyatakan, pohon sengon yang telah berumur puluhan tahun rubah ke arah selatan dan menimpa bagian dapur. Saat itu, Usman dan ibunya berada di ruang tamu. Sedangkan ayahnya berada di luar rumah. Alhasil, keluarganya berhasil lolos dari malapetaka itu.
Pohon setinggi 30 meter dengan diameter batang 1 meter meluluhlantakan bagian dapur ukuran 100 meter persegi. Atap rumah yang terbuat dari kayu hancur, hanya bersisa kayu gording yang menempel. Kepingan genteng ditemukan berceceran di are dapur. Bahkan dahan pohon nampak memasuki area dalam dapur.
"Untuk kerugiannya kami belum bisa menghitung, kisarannya jutaan rupiah," ujarnya.
Baca Juga: Satpol PP Kota Jogja Siapkan 2.530 Personel Linmas untuk Mengawal Pilkada 2024, Ini Tugas Mereka
Kendati terdampak pohon tumbang, keluarganya tetap tinggal di rumah mereka. Lantaran, keluarganya tak ingin merepotkan lebih banyak orang. Dampak dari robohnya pohon, langsung ditanggapi masyarakat sekitar, dengan melakukan kerja bakti.
Usman mengaku khawatir dengan keadaan rumah mereka. Pasalnya, rumah berukuran 200 meter² itu dikelilingi pohon besar yang dinilai rawan rubuh. Sehingga, keluarganya memutuskan meminta bantuan warga sekitar untuk bergotongroyong menebang pohon yang berpotensi ambruk.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufiq Prihadi menyampaikan, pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Wilayah Kulon Progo berpotensi terjadi bencana tanah longsor dibagian utara, banjir di selatan, dan pohon tumbang di hampir seluruh wilayah.
"Melihat cuaca, kami menghimbau masyarakat agar waspada terutama yang beraktifitas di daerah rawan bencana," pungkasnya. (gas)
Editor : Heru Pratomo