KULON PROGO - Gerbang Samudra Raksa (GSR), Kapanewon Kalibawang terlihat ramai tak seperti biasanya. Ratusan orang mengggunakan pakaian pramuka memadati bangunan tersebut. Ternyata ratusan pramuka berkumpul demi mengikuti Kegiatan Jelajah Alam Wisata Kulon Progo (Jelitaku) 2024.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulon Progo Arif Prastowo menjelaskan detail kegiatan Jelitaku. Menurutnya, Jelitaku merupakan sebuah pengembaraan anggota pramuka panegak se-Kulon Progo. Peserta kegiatan akan menjelajahi Bumi Menoreh bagian utara.
"Total peserta ada 320 pramuka panegak, yang berasal dari berbagai gugus," ucap Arif, saat ditemui Radar Jogja usai membuka Jelitaku, Kamis (14/11).
Baca Juga: Debat Publik Pilkada Kedua, KPU Purworejo Ganti Penyelenggara hingga Moderator
Ratusan pramuka, akan menjelajahi wilayah utara Kulon Progo selama 3 hari 2 malam dengan berjalan kaki. Perjalanan akan mengupas sisi lain dari daerah utara Kulon Progo. Peserta akan diajak menyelami wisata dan alam secara menyeluruh. Sehingga peserta dapat mengenal lebih dalam mengenai wilayah lantai ketiga Kulon Progo.
Selain melakukan perjalanan, Jelitaku merupakan napak tilas sejarah perjuangan. Lantaran, peserta akan melewati rute bersejarah dan beberapa situs perjuangan maupun kebudayaan. Setiap melewati situs, mereka akan berhenti dan menerima wawasan baru dan membawa pulang pengalaman yang bisa diceritakan.
"Pramuka memang harus mengenal lingkungan dimana mereka berada," ujarnya.
Arif menyampaikan, pramuka bukanlah kegiatan yang mengekang. Sehingga, kegiatan di luar ruangan seperti Jelitaku sangatlah penting. Melalui kegiatan ini, pramuka diajak lebih peka dan mengenal lingkungan sekitar. Terutama wilayah utara Kulon Progo yang memiliki potensi luar biasa.
Wilayah utara yang berisi barisan bukit seringkali dianggap remeh. Melalui kegiatan Jelitaku, pramuka dapat menjelajah dan mengupas potensi yang dimiliki wilayah utara. Terutama dengan potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lain.
Kegiatan Jelitaku juga menjadi sarana promosi sektor wisata di wilayah utara. Melalui kunjungan masih dari para peserta, diharapkan dapat menjadi magnet bagi pengunjung lainnya. Sehingga, pasca Jelitaku akan muncul wisata baru yang naik daun. (gas)
Editor : Heru Pratomo