KULON PROGO - Hujan semalam suntuk melanda Bumi Binangun, sejak 11-12 November. Dampak hujan lebat bahkan terlihat dengan adanya rentetan kejadian bencana alam. BPBD Kulon Progo mencatat belasan kejadian akibat hujan lebat.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi menyampaikan, pihaknya mencatat dua kejadian yaitu tanah longsor dan banjir. Kefua kejadian ini merupakan dampak hujan lebat di seluruh Bumi Binangun. Namun data tersebut masih terus diperbaharui.
Lantaran, beberapa daerah belum terlaporkan adanya kejadian bencana. "Untuk kejadian tanah longsor dan banjir ada 13 kasus, sembilan tanah longsor dan empat banjir," ucap Taufik, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (12/11).
Taufik menyampaikan, pusdalops BPBD Kulon Progo telah menerima puluhan laporan kejadian bencana. 13 kejadian tercatat sebagai kejadian yang tak bisa tertangani oleh masyarakat. Belasan kejadian itu diakibatkan intensitas hujan tinggi yang terjadi di Bumi Binangun.
Sejak menerima laporan, BPBD telah meninjau langsung lokasi kejadian bencana. Mereka menerjukan dua tim penanganan bencana, dan terus melakukan pergantian hingga siang hari. Kedua tim tersebut melakukan asesment sekaligus melakukan pendistribusian bantuan ke masyarakat terdampak.
Selain itu, tim diterjunkan untuk melakukan penangangan sementara untuk mencegah kejadian serupa. "Tanah longsor terbanyak ada di Kapanewon Kokap, ada delapan kejadian," ucapnya.
Intensitas hujan lebat membuat kawasan rawan longsor berpotensi terkena dampaknya. Lantaran, beberapa wilayah memiliki kontur dan sifat tanah yang mudah jenu serta tak lama menahan volume air. Seperti wilayah Kokap, selama semalam beberapa kejadian bencana dapat ditemui akibat intensitas hujan lebat.
Beberapa dampak longsoran juga ditemukan mengganggu aktivitas masyarakat. Pasalnya, dampak longsoran tak hanya merusak aset pribadi masyarakat. Beberapa longsoran juga ditemukan menutupi infastruktur berupa jalan. Sehingga, aktivitas perekonomian masyarakat cukup banyak terganggu.
BPBD Kulon Progo menilai titik longsor di Kulon Progo tidaklah terpusat, hingga menimbulkan banyak jiwa. Namun, di Bumi Bunangu titik longsor cenderung mwnyebar dnegan intensitas kecil. Akan tetapi, justru karena intensitas kecil yang menyebar dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Di lain sisi, BPBD mencatat adanya banjir yang betdampak di beberapa wilayah di Kulon Progo. Catatan BPBD menunjukkan banjir berdampak di wilayah Kapanewon Wates dan Temon. "Kami menyebutnya bukan banjir, melainkan genangan sementara," ucapnya.
Taufik menyampaikan, dampak hujan lebat juga mengakibatkan adanya banjir di beberap wilayah. Namun, banjir tersebut bukanlah kategoru bencana hebat, karena bersifat genangan sementara. Pihaknya juga telah melakukan asesment kejadian banjir, dan menemukan genangan air telah surut.
Usut punya usut, kejadian banjir disebabkan mampetnya saluran air di perumahan. Banyak saluran air mampet akibat sampah dan ranting pohon. Sedangkan, intensitan hujan cukup lebat hingga berujung meluapnya air didalam saluran. BPBD menghimbau agar masyarakat waspada.
Untuk masyarakat yang beraktivitas di daerah rawan longsor, diharapkan dapat melakukan pengecekan tanda-tanda longsor. Sedangkan untuk mencegah banjir, masyarakat dapat bergotongroyong melakukan kerjabakti pembersihan saluran. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo