KULON PROGO - Hujan deras yang terjadi pada Senin (11/11/2024) malam menyebabkan rumah milik warga di Padukuhan Sebatang, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo rusak.
Lantainya amblas dan terbelah, usai dinding penahan tanah (bangketan) mengalami longsor.
Kejadian tersebut menimpa kediaman pasangan suami ister Minto (58) dan Surahmi (58).
"Waktu itu terdengar bunyi brakkk cukup keras, dan bada saya terasa seperti ditarik," jelas Surohmi, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya, Selasa (12/11/2024).
Rohmi menceritakan, longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat itu, dirinya berada di dapur, sedangkan suaminya mengaji di dekat lokasi longsor.
Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah samping rumah, yang berdekatan dengan jalan.
Sontak keduanya langsung menyelamatkan diri, mencari tempat aman yakni, di ruang tamu.
Awalnya, Rohmi menganggap suara keras itu berasal dari pohon tumbang.
Setelah hujan mereda, Rohmi memberanikan diri melihat dari jendela dapur.
Berbekal senter, dirinya menemukan bangketan disamping rumah telah jebol dan longsor.
Mereka langsung mengecek ke arah sumber longsor.
Kamar yang biasanya digunakan untuk beristirahat ternyata sudah dalam kondisi amblas.
"Untungnya tidak di kamar, kalau dikamar bisa ikut amblas," ucapnya.
Rohmi menyatakan, sebelum longsor memang terjadi hujan lebat di wilayah Hargorejo.
Hal ini membuat dinding penahan tanah yang menahan bangunan rumah Rohmi ambrol.
Dinding rumahnya pun ambrol serta struktur bangunan rumahnya ikut ambrol menyusul bangketan.
Dinding dan lantai juga mengalami rusak parah.
Barang yang terletak di dekat longsor juga tertimbun longsor.
Beruntung sejumlah barang berhasil diamankan.
"Ikhlas kalau dibongkar untuk perbaikan talud, yang penting aman dan ada perbaikan supaya tidak longsor," ujarnya.
Rohmi menyampaikan, beberapa pihak telah mendatangi lokasi dan memberikannya bantuan.
Pihaknya telah setuju apabila bangunan kamar terdampak longsor di bongkar. Asalkan, ada perbaikan talud, agar tidak terjadi longsor kembali.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi membenarkan peristiwa itu.
Menerima adanya kejadian longsor, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan memberikan bantuan.
Untuk menanggulangi longsor susulan, pihaknya memasangi terpal agar air tak menggerus tanah.
BPBD Kulon Progo tak bisa berbuat banya dalam menanggulangi kejadian longsor di rumah Rohmi.
Lantaran, tanggul yang longsor merupakan miliki pemerintah provinsi.
Status jalan yang tertimbun longsoran tanggul juga milik provinsi.
Pihaknya hanya mengabarakan atas kejadian longsor, dan memberikan bantuan sementara. (gas)