SMK Negeri 1 Pengasih dikejutkan dengan kedatangan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, Rabu (6/11/2024).
Kedatangan orang nomer 2 di Kementerian Dalam Negeri ini bertujuan memberikan kejutan sekaligus edukasi politik ke sekolah dan siswa SMKN 1 Pengasih.
ANOM BAGASKORO, Kulon Progo
Tampil dengan sederhana dan tanpa membawa banyak rombongan, Bima Arya mengunjungi SMKN 1 Pengasih.
Dia berjalan dengan cepat menuju lobby sekolah.
Wamendagri langsung menyalami guru-guru yang telah menunggunya.
Sambil berbincang dengan guru, langkah kakinya menghampiri salah satu ruang kelas yang tengah menjalani kegiatan belajar mengajar.
Salah satu guru yang mendampingi Bima, menyatakan 2 murid di kelas tersebut telah berulang tahun.
Sebagai orang yang dekat dengan RI-1, Bima meminta ijin untuk mengganggu KBM dan bertemu siswa yang sedang berulang tahun.
Bima yang telah mendapat ijin, langsung masuk dan memberikan salam ke siswa SMKN 1 Pengasih. Sontak kedatangan wamen mengagetkan siswa di dalam kelas.
Kala itu, siswa tengah belajar mengenai sejarah perjuangan Indonesia.
Dalam white board, tertulis Tirto Adhi Soerjo, dengan tanda panah Serikat Prijaji.
Melihat itu, Bima langsung mengajak siswa berbincang tentang tulisan sosok pahlawan.
"Ada yang tahu siapa Tirto Adhi Soerjo?, beliau pahlawan yang hebat dan sepantasnya kita belajar dari perjuangannya," ujar Bima, saat berinteraksi dengan siswa, Rabu (6/11/2024).
Bima menjelaskan, perjuangan sosok Tirto Adhi Soerjo ke siswa.
Mulai dari perjuangannya dalam organisasi, meningkatkan kulitas pendidikan, dan pergerakkannya dalam media massa.
Siswa diharapkan mampu mempelajari kisa perjuangannya, untuk diambil hikmah dan semangat kepahlawanan.
Setelah berbincang, Bima memanggil 2 murid yang berulang tahun pada hari itu untuk maju ke depan ruang kelas.
Dua siswa itu tentunya kaget dan kebingungan.
Pasalnya, mereka tak tahu menahu alasan di balik keduanya dipanggil. Ternyata Bima Arya memberikan kejutan berupa ucapan hari ulang tahun dengan membawakan dua kue.
"Sebelum ditiup ucap doa dan cita citanya," ujarnya.
Bima juga berinteraksi denga 2 siswa tersebut. Dirinya menanyakan apa cita-cita mereka.
Siswa tersebut menjawab bercita-cita menjadi sekretaris dan salah satu lainnya menjawab pekerjaan animator.
Langsung setelah mengucapkan doanya, kedua siswa kemudian memadamkan api lilin ulang tahun dengan cara mengibaskan tangan. Hal itu disambut meriah siswa lainnya.
Dalam sesi itu, kedua siswa diberikan KTP. Tak sampai situ, Bima juga menanyakan kedua siswa apa keuntungan telah berusia 17 tahun.
Suasana santai dalam kelas, membuat siswa lainnya ikut menjawab dengan berbagai tanggapan.
Bima menjelaskan, ketika berumur 17 tahun warga negara memperoleh KTP sebagai bukti identitas diri.
"KTP bisa untuk apa?, untuk membuat SIM dan ketika berusia 17 tahun anda bisa memberikan hak pilih," ujarnya.
Kesempatan itu, dimanfaatkan Bima Arya untuk mensosialisasikan pencatatan penduduk. Sekaligus, memberikan penjelasan mengenai hak pilih bagi pemilih pemula.
Pentingnya memberikan hak pilih juga disampaikan Bima.
Usai penyampaian itu, Bima melakukan tanya jawab berhadiah dengan siswa. Siswa yang bisa menjawab pertanyaan Bima akan mendapatkan hadiah.
Salah satu pertanyaan yang membuat suasana riuh gembira saat pertanyaan mengenai menteri. Beberapa murid sempat kebingungan menjawab pertanyaan itu.
Setelah puas berbincang, Bima Arya melanjutkan kunjungannya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kulon Progo.
Sementara itu, Siswa SMKN 1 Pengasih Fatimah Novita menyampaikan kegembiraannya saat ulang tahunnya dirayakan Wamendagri Bima Arya.
Pasalnya, kesempatan untuk bertemu dengan wakil menteri sangatlah jarang terjadi.
"Senang sekali, bercampur kaget karena dipanggil tadi," ujar Fatimah dengan antusias, saat ditemui Radar Jogja.
Kegembiraanya juga bertambah saat dirinya mendapatkan kue ulang tahun dari Bima.
Selain itu, Fatimah juga mendapatkan kesempatan untuk berbincang mengenai masa depannya.
Fatimah yang ingin menjadi animator didoakan kesuksesannya oleh Bima.
Dirinya mendapat pesan khusus untuk menggunakan hak pilihnya karena telah berumur 17 tahun. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva