KULON PROGO - Di tahun 2024, sejumlah Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas)di Bumi Binangun berhasil dibangun.
Pembangunan pamsimas tak lain, untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
"Di tahun ini, ada bantuan dari BPPW berupa 6 Pamsimas," ucap Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi, saat ditemui Radar Jogja usai peresmian Pamsimas di Kalurahan Banjarharjo, Rabu (30/10/2024).
Siwi menjelaskan, pembangunan pamsimas merupakan kegiatan dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) DIY.
6 Pamsimas tersebar 3 kapanewon, yaitu Kapanewon Kalibawang terdiri dari Kalurahan Banjarharjo dan Banjaroyo.
Dilanjutkan 2 kalurahan dari Kapanewon Samigaluh, yaitu Kalurahan Sidoharjo dan Ngargosari. Ada juga di Kapanewon Kokap yang berdiri di Kalurahan Hargomulyo dan Kalirejo.
Menurutnya, pembangunan pamsimas sangatlah bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya, air bersih menjadi kebutuhan pokok yang tak dapat digantikan.
Banyak aktivitas masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air bersih, baik untuk konsumsi, mencuci, hingga MCK.
"Setelah diresmikan, masyarakat diharapkan mampu menjaga sarana pamsimas," ujarnya.
Siwi berharap, keberadaan pamsimas yang berperan sentral harus dijaga oleh masyarakat.
Masyarakat melalui kelompok dapat mengelola pamsimas dengan metode pemberdayaan masyarakat.
Iuaran yang yang dikeluarkan oleh pelanggan, juga perlu diatur untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Senada dengan Pj Bupati, Ketua Kelompok Pamsimas Banjarharjo Y Suranto membenarkan perihal pemberdayaan.
Pengelolaan pamsimas di 6 kalurahan termasuk yang dikelolanya menekankan pemberdayaan masyarakat.
Tujuannya untuk meminimalisir biaya operasional, sekaligus memberikan pekerjaan bagi masyarakat sebagai operator pamsimas.
"Kalau sebelum ada pamsimas masyarakat membeli air bersih jerigen," ujarnya.
Suranto menjelaskan, keberadaan pamsimas sangatlah membantu masyarakat.
Sebelum adanya pamsimas, masyarakat perlu membeli air bersih yang harganya tak murah.
Sedangkan dengan keberadaan pamsimas, masyarakat dapat mendapatkan air bersih langsung dari rumah dengan harga yang terjangkau.
Sementara itu, Kepala BPPW DIY Jonny Zainuri Echsan menjelaskan pembangunan pamsimas merupakan program penataan kawasan kumuh.
Program tersebut mencoba mengangkat isu ketersedian air yang menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan dalam mengakses air bersih.
"Setiap kalurahan menerima bantuan dari APBN sebesar Rp 400 juta untuk pembangunan pamsimas," ucap Jonny.
Jonny menjelaskan, bantuan ratusan juta digunakan setiap kalurahan untuk membangun sarana prasarana pamsimas.
Seperti bak reservoir, sumur bor, pipanisasi, bak booster, rumah panel, hingga peningkatan kapasitas teknik. Selain berasal dari APBN, pembangunan juga berasal dari APBKal.
Penggunaan APBKal bergantung dengan kondisi kalurahan, dan peminat pelanggan pamsimas.
Kendati telah diberikan bantuan, pihaknya berharap pamsimas dapat dijaga keberlanjutannya.
Pasalnya, pamsimas memerlukan perawatan ekstra, baik dari sarana prasarana hingga sumber air dari pamsimas.
Tujuannya, agar pamsimas terus bisa memberikan suplai air bersih yang kualitasnya baik untuk masyarakat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva