KULON PROGO - Faktor biaya seringkali menjadi hambatan siswa menikmati fasilitas pendidikan yang layak. Itu terbukti dengan masih adanya siswa putus sekolah di DIY. Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY menunjukkan sejumlah 319 siswa di Kulon Progo mengalami putus sekolah.
Menjawab persoalan tersebut, Pemda DIY melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY menyediakan sarana beasiswa retrieval. Dengan adanya beasiswa tersebut anak putus sekolah karena terkendala faktor biaya bisa kembali bersekolah.
“Informasi adanya program beasiswa ini perlu terus disosialisasikan agar masyarakat bisa mengaksesnya,” ujar Anggota Komisi D DPRD DIY Ika Damayanti Fatma Negara saat menjadi narasumber sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah Tahun 2024 di Sanggar Amonglare Padukuhan Pereng, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, Selasa (29/10/2024).
Ika menjelaskan, sosialisasi yang diikuti masyarakat Padukuhan Pereng mengupas fasilitas pendidikan berupa beasiswa. Beasiswa memberikan peluang bagi siswa mendapatkan pendidikan yang layak. “Sehingga, masyarakat yang kurang mampu dapat memanfaatkan beasiswa tersebut,” katanya.
Fasilitas beasiswa pendidikan menengah menyasar berbagai kelompok siswa dari keluarga kurang mampu. Ada empat jenis beasiswa. Salah satunya, beasiswa retrieval yang menyasar kelompok rentan putus sekolah akibat terkendala biaya. Program beasiswa retrieval, lanjut Ika, harus dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat tak perlu ragu mengajukan sesuai prosedur dan syarat yang telah ditentukan.
Staf Seksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Alex Haryoko menjelaskan, beasiswa retrieval merupakan bantuan pendidikan bagi siswa yang dropout atau putus sekolah ketika masih menjalani pendidikan. "Di Kulon Progo ada 319 siswa putus sekolah, sedangkan di Kalurahan Sendangsari ada 11 siswa," ucapnya.
Tingginya angka siswa putus sekolah ini, membuat Pemda DIY mengalokasikan anggaran beasiswa retrieval. Tujuannya, siswa putus sekolah akibat kondisi ekonomi dapat mengenyam kembali ke bangku sekolah. “Siswa dan orang tua tak perlu khawatir akan pembiayaan pendidikan karena ditanggung dengan beasiswa tersebut,” ucap Alex.
Tahun ini, 2024 kuota beasiswa retrieval disediakan untuk 100 siswa SMA dan 100 murid SMK. Diakui siswa yang putus sekolah memiliki berbagai latar belakang. Namun dengan adanya beasiswa itu soal biaya tak lagi menjadi kendala. (gas/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita