KULONPROGO – Dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Generasi Z, program Bookshare muncul sebagai solusi efektif meningkatkan kompetensi guru. Program ini menyediakan katalog buku dan strategi pengajaran yang relevan untuk membantu pendidik beradaptasi dengan karakteristik unik siswa gen Z.
Salah satu sekolah yang telah mengimplementasikan Bookshare adalah MIN 3 Kulon Progo. Dengan akses ke beragam sumber belajar, program ini bertujuan untuk membantu guru dalam menyesuaikan metode pengajaran mereka.
Kepala MIN 3 Kulon Progo, Agus Marchaban menjelaskan Bookshare juga menawarkan forum diskusi.
Guru dapat berbagi pengalaman dan teknik pengajaran menarik.
“Generasi Z memiliki karakteristik belajar unik. Guru perlu beradaptasi dengan pendekatan yang lebih inovatif,” ungkapnya pada Selasa (29/10/2024).
Program yang telah berjalan selama dua tahun terakhir mendapat sambutan positif dari banyak guru.
Banyak guru merasa lebih termotivasi dan siap menerapkan strategi baru setelah mengikuti diskusi dalam Bookshare.
“Kami memiliki sekitar 1.000 buku di perpustakaan. Insya Allah cukup,” ungkapnya.
Bookshare dilaksanakan setiap hari Senin sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM).
Dalam sesi ini, guru bergiliran membacakan dan membedah isi buku, lalu mendiskusikannya bersama.
"Kegiatan tersebut memakan waktu sekitar satu jam dan dilaksanakan bersamaan dengan program makan pagi siswa," terangnya.
Pada Senin lalu, salah satu guru Jumardi, membahas tema tentang hadits, dengan buku yang sangat relevan di tengah maraknya penyebaran hadits palsu.
“Tentunya bagi orang awam sulit untuk membedakan,” kata Jumardi.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Bookshare diharapkan menjadi alat bantu efektif dalam menciptakan lingkungan belajar sesuai untuk Generasi Z. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin