Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rusak akibat Abrasi, TPI Trisik Dibangun Pakai Danais Jadi Tempat Bernuansa Malam

Anom Bagaskoro • Senin, 28 Oktober 2024 | 10:30 WIB

 

   PEMBANGUNAN: Pekerja proyek sedang melakukan pekerjaan di TPI Trisik.
  PEMBANGUNAN: Pekerja proyek sedang melakukan pekerjaan di TPI Trisik.
 

 

 

 

KULON PROGO - Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Trisik telah resmi dilaksanakan pada Agustus lalu. Setelah pembangunan, TPI Trisik nantinya akan mengangkat konsep nuansa malam hari. Lantaran, TPI tak hanya diwujudkan sebagai fasilitas nelayan. Namun juga digunakan sebagai penunjang sektor pariwisata di Pantai Trisik.

Pembangunan TPI Trisik yang memakan anggaran miliaran rupiah bukanlah tanpa dasar yang jelas. Pasalnya, TPI Trisik yang sebelumnya beroperasi sejak 2006, mengalami kerusakan parah. Kerusakan diakibatkan abrasi pesisir yang membuat bangunan runtuh, dan tak bisa digunakan kembali.

"Menggunakan Dana Keistimewaan sekitar Rp 1,5 miliar, sekarang progress pembangunan mencapai 46 persen," ucap Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro, saat dihubungi Radar Jogja, Minggu (27/10).

Baca Juga: Ibu-Ibu di Kalurahan Triharjo, Sleman Ikuti Lomba Gobak Sodor, Nostalgia Sekaligus Pupuk Solidaritas

Baca Juga: Libas Persekat Tegal 3-0 di Stadion Mandala Krida, PSIM Jogja Happy Ending Akhiri Putaran Pertama

Wakhid menjelaskan, pembangunan TPI telah mencapai setengah perjalanan. Progres saat ini telah mencapai jadwal yang ditetapkan. Sehingga, DKP Kulon Progo optimis TPI dapat diresmikan di minggu kedua bulan Desember nanti. Nelayan sekitar juga dapat langsung melakukan aktivitas pelelangan jika bangunan telah diresmikan.

Sebelum melakukan pembangunan, DKP terlebih dahulu perlu mengantongi ijin penggunaan tanah. Lantaran, tempat dibangunnya TPI hanya berkisar 100 meter dari TPI sebelumnya. Kawasan tersebut masuk tanah kepemilikan Pakualaman (PA).

Maka dari itu, pihak telah melakukan proses izin dan telah mengantongi palilah dari Penghageng Panitikismo Kadipaten Pakualaman. "Tentunya bangunan ini untuk mendukung aktivitas perikanan tangkap di Kawasan Trisik," ujarnya.

Pembangunan TPI Trisik yang baru, diharapkan mampu memfasilitasi aktivitas perikanan tangkap di Trisik. Terutama aktivitas perdagangan ikan tangkap yang bersih dan nyaman untuk para pembeli. Hal ini berorientasi pada program Gerbang Segoro yang selalu dicanangkan Pemprov DIJ.

Baca Juga: Tahun Pertama Miliki Program Duta Kampus, UMY Komitmen Fasilitasi Minat Bakat Para Mahasiswa

Baca Juga: Deteksi Malaria, Puskesmas di Bantul Ambil Sampel Darah Pelajar

Untuk mendukung aktivitas malam, pihaknya juga akana melanjutkan pembangunan kawasan secara bertahap. Terutama lampu-lampu jalan untuk penerangan wisatawan yang akan berkunjung. Tujuannya, saat Jembatan Pandansimo dan JJLS tersambung Pantai Trisik bisa menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi.

Sementara itu, Ketua TPI Trisik Suratimin menyambut baik langkah pembangunan TPI. Pasalnya, selama beberapa tahun nelayan Pantai Trisik terpaksa melakukan aktivitas pelelangan di tempat sementara.

Tentunya sangat berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan, karena pengunjung dan penjual tak bisa mersakan kenyamanan selama melakukan transaksi di tempat sementara. "Tentunya akan meningkatkan semangat nelayan," ucap Suratimin. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Danais #abrasi #Tempat Pelelangan Ikan (TPI) #trisik #tpi