Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

13 Hari Operasi Zebra Progo Polres Kulon Progo Jaring 1.330 Pelanggar, Mayoritas Anak di Bawah Umur

Anom Bagaskoro • Senin, 28 Oktober 2024 | 04:45 WIB

 

Operasi Zebra Progo digelar selama 14 hari, yaitu pada 14 sampai 27 Oktober. Operasi ini digelar secara serentak di seluruh Polda se-Indonesia
Operasi Zebra Progo digelar selama 14 hari, yaitu pada 14 sampai 27 Oktober. Operasi ini digelar secara serentak di seluruh Polda se-Indonesia

 

 

KULON PROGO - Hari terakhir Operasi Zebra Progo, Polres Kulon Progo berhasil menjaring seribuan pelanggar. Bahkan di penghujung hari operasi, pelanggar terlihat lebih banyak dari biasanya. Mayoritas pelanggar merupakan anak di bawah umur yang nekat menggunakan kendaraan bermotor.

"Selama 13 hari di hari sabtu kemarin, tercatat ada 1.330 pelanggar yang terjaring," ucap KBO Satlantas Polres Kulon Progo Iptu Sigit Raharjo, saat ditemui Radar Jogja di lokasi operasi, Minggu (27/10).

Iptu Sigit menyampaikan, pelanggaran pengendara didominasi administrasi yang tidak lengkap. Seperti, tidak membawa atau mempunyai SIM dan STNK. Sehingga, para pelanggar dikenai sanksi tilang.

Baca Juga: Tak Terima Berita Hoaks soal Hadratus Syaikh dan Panglima Kiai, Arif Sugiyanto Lapor ke Polisi 

Baca Juga: Ibu-Ibu di Kalurahan Triharjo, Sleman Ikuti Lomba Gobak Sodor, Nostalgia Sekaligus Pupuk Solidaritas

Pada operasi hari terakhir, Minggu (27/10) terdapat puluhan pelanggar yang terjaring. Pelanggar didominasi kalangan pelajar di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa mrngantongi surat izin mengemudi.

Bahkan ditemui anak-anak yang juga nekat mengendarai kendaraan tanpa menggunakan helm dan alat keselamatan lain. "Karena minggu, jadi banyak remaja yang hendak berlibur," ucapnya.

Iptu Sigit menyampaikan, kebanyakan pelanggar remaja hendak berlibur dengan mengendarai sepeda motor. Sehingga, jumlah pelanggar remaja cenderung lebih banyak dibandingkan pada operasi di lain hari.

Kejadian itu diharapkan menjadi pembelajaran untuk orangtua. Menurutnya, orangtua memiliki peran penting untuk mengingatkan agar anak-anaknya mengendarai sepeda motor setelah mempunyai SIM.

Baca Juga: Deteksi Malaria, Puskesmas di Bantul Ambil Sampel Darah Pelajar

Baca Juga: Tahun Pertama Miliki Program Duta Kampus, UMY Komitmen Fasilitasi Minat Bakat Para Mahasiswa

Baca Juga: Libas Persekat Tegal 3-0 di Stadion Mandala Krida, PSIM Jogja Happy Ending Akhiri Putaran Pertama

Selain razia, Polres Kulon Progo juga melakukan apreasiasi kepada pengendara yang telah tertib berlalu lintas. Apresiasi Polres Kulon Progo diwujudkan dengan pembagian helm secara cuma-cuma ke sejumlah pengendara.

Sementara itu salah satu pelanggar Septi Nurma megakui dirinya melakukan pelanggaran. Mengendarai motor tanpa memiliki sim dan tak membawa STNK membuat dirinya dikenai sanksi tilang. "Ini mau keluar mencari hiburan karena Minggu," ucap Septi.

Kendati ditilang, Septi tak terlalu mempermasalahkan. Lantaran, pelanggaran tetaplah pelanggaran. Menurutnya, operasi cukup banyak memberikan edukasi ke masyarakat, agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum selama berlalulintas. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#satlantas #polres #Kulon Progo #anak di bawah umur #pelanggar #operasi zebra progo