Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Telan Anggaran Rp 1,5 Miliar, TPI Trisik di Kulon Progo Akan Dijadikan Penunjang Wisata dengan Konsep Seperti Ini

Anom Bagaskoro • Minggu, 27 Oktober 2024 | 21:38 WIB

PEMBANGUNAN: Pekerja proyek sedang melakukan pekerjaan di TPI Trisik.
PEMBANGUNAN: Pekerja proyek sedang melakukan pekerjaan di TPI Trisik.
KULON PROGO - Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Trisik telah resmi dilaksanakan pada Agustus lalu. 

Setelah pembangunan, TPI Trisik nantinya akan mengangkat konsep nuansa malam hari.

Lantaran, TPI tak hanya diwujudkan sebagai fasilitas nelayan. Namun juga digunakan sebagai penunjang sektor pariwisata di Pantai Trisik.

"Menggunakan Dana Keistimewaan sekitar Rp 1,5 miliar, sekarang progress pembangunan mencapai 46%," ucap Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro, saat dihubungi Radar Jogja, Minggu (27/10).

Wakhid menjelaskan, pembangunan TPI telah mencapai setengah perjalanan. Progres saat ini telah mencapai jadwal yang ditetapkan.

Sehingga, DKP Kulon Progo optimis TPI dapat diresmikan di minggu kedua bulan Desember nanti.

Nelayan sekitar juga dapat langsung melakukan aktivitas pelelangan jika bangunan telah diresmikan.

Sebelum melakukan pembangunan, DKP terlebih dahulu perlu mengantongi ijin penggunaan tanah. Lantaran, tempat dibangunnya TPI hanya berkisar 100 meter dari TPI sebelumnya.

Kawasan tersebut masuk tanah kepemilikan Pakualaman (PA).

Maka dari itu, pihak telah melakukan proses ijin dan telah mengantongi palilah dari Penghageng Panitikismo Kadipaten Pakualaman.

"Tentunya bangunan ini untuk mendukung aktivitas perikanan tangkap di Kawasan Trisik," ujarnya.

Pembangunan TPI Trisik yang memakan anggaran miliaran rupiah bukanlah tanpa dasar yang jelas.

Pasalnya, TPI Trisik yang sebelumnya beroperasi sejak 2006, mengalami kerusakan parah.

Kerusakan diakibatkan abrasi pesisir yang membuat bangunan runtuh, dan tak bisa digunakan kembali.

Pembangunan TPI Trisik yang baru, diharapjan mampu memfasilitasi aktivitas perikanan tangkap di Trisik.

Terutama aktivitas perdagangan ikan tangkap yang bersih dan nyaman untuk para pembeli. Hal ini berorientasi pada program Gerbang Segoro yang selalu dicanangkan pemerintah provinsi.

Selain untuk memfasilitasi nelayan, TPI Trisik difungsikan sebagai sarana penunjang sektor pariwisata.

Pasalnya, TPI Trisik dibangun dengan konsep wisata pengalaman. Nantinya, TPI tak hanya beroperasi pada siang hari. Namun, malam hari TPI beraktivitas sebagai wahana pariwisata.

"Kami mengkonsep agar mampu menjadi daya tarik wisata malam," ucapnya.

Desain TPI sengaja dibuat agar mampu digunakan saat malam hari. TPI pada malam hari akan digunakan sebagi restoran yang dikelola pedagan sekitar.

Tentunya meeeka akan menjual berbagai makanan laut, yang dapat menarik pengunjung.

Untuk mendukung aktivitas malam, pihaknya juga akana melanjutkan pembangunan kawasan secara bertahap.

Terutama lampu-lampu jalan untuk penerangan wisatawan yang akan berkunjung. Tujuannya, saat Jembatan Pandansimo dan JJLS tersambung Pantai Trisik bisa menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi.

Sementara itu, Ketua TPI Trisik Suratimin menyambut baik langkah pembangunan TPI. Pasalnya, selama beberapa tahun nelayan Pantai Trisik terpaksa melakukan aktivitas pelelangan di tempat sementara.

Tentunya sangat berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan, karena pengunjung dan penjual tak bisa mersakan kenyamanan selama melakukan transaksi di tempat sementara.

"Tentunya akan meningkatkan semangat nelayan," ucap Suratimin. (gas)

Editor : Bahana.
#pantai trisik #Yogyakarta #Kulon Progo #Wisata #Tempat Pelelangan Ikan #tpi