Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Tengah Daya Beli Lesu, Harga Daging Ayam Potong Melambung Tinggi Hingga Rp 40 Ribu

Anom Bagaskoro • Kamis, 24 Oktober 2024 | 23:47 WIB
BERDAGANG: Pedagang ayam potong melayani pembeli. 
BERDAGANG: Pedagang ayam potong melayani pembeli. 

KULON PROGO - Di tengah lesunya perekonomian global yang berdampak turunnya daya beli masyarakat. Justru harga daging ayam potong mengalami lonjakan cukup tinggi.

Tak tanggung-tanggung lonjakan kenaikan menyentuh angka Rp 40 ribu per kg.

Salah satu pedagang di Pasar Sentolo menjadi saksi naiknya harga daging ayam.

Tri Sutarmi pedagang ayam di Pasar Sentolo menjelaskan, harga daging ayam saat ini Rp 40 ribu.

Harga daging ayam sebelum mengalami lonjakan, berkisar Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu.

"Naik terus, sekitar seminggu ini naik bertahap hingga sekarang Rp 40 ribu," ucap Sutarmi, Kamis (24/10/2024).

Sutarmi menjelaskan, kenaikan daging ayam kali ini tergolong drastis.

Lantaran, tak buruh waktu lama kenaikan bisa mencapai Rp 5 ribu. Padahal, suplai daging ayam mencukupi.

Tak seperti kenaikan sebelum-sebelumnya, akibat suplai daging tak stabil.

Fenomena ini justru membuat bingung Sutarmi.

Pasalnya, harga yang didapatkan dari pemasok daging ayam telah ditentukan besarnnya.

Sehingga, dirinya tidak bisa menurunkan harga karena dapat merugi.

Baca Juga: Tiga Tersangka Ditangkap dalam Kasus Penyerangan Warga di Deli Serdang, Dua Nyawa Melayang akibat Bentrokan Berdarah

Di sisi lain, tingginya harga daging ayam tak sebanding dengan angka penjualannya.

Pembelian daging justru mengalami penurunan dibanding sebelumnya.

Menurutnya penurunan angka penjualan bisa terjadi akibat mrlambung tingginya harga ayam.

"Yang beli sepi, sudah cukup lama kondisi sepinya pembeli," tuturnya.

Senada dengan Sutarmi, pedagang daging ayam lainnya Sutijem.

Sutijem juga merasakan turunnya angka penjualan. Bahkan dagangan yang ia bawa di pasar seringkali tak laku.

Dirinya akhirnya perlu membawa kembali dagannya untuk dimasukkan ke dalam lemari pendengin.

Untuk menyiasati itu, Sutijem lebih mengutamakan pembelian via pesanan pelanggan setia.

Banyak pelanggan lamanya yang membeli melalui pesan wa, dan jualannya kemudian diantarkan ke pemesanan.

Namun, semakin hari penjualan via pemesanan juga mengalami penurunan.

"Harga dagung ayam naik yang beli sedikit, akhirnya sepi," ujarnya.

Kondisi naiknya harga komoditas daging ayam juga dirasakan di seluruh pasar tradisional di Kulon Progo.

Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo menunjukkan adanya krnaikan harga daging ayam secara bertahap.

Baca Juga: Satgas KTR di Kulon Progo Ini Lakukan Uji Coba Penegakan Perda Dengan Metode Pengenaan Sanksi Pidana Ringan: Berikut Penerapannya!

Kenaikan dapat dirasakan sejak awal Oktober kemarin, hingga memuncak di angka Rp 40 ribu.

Sementara itu, salah satu pelanggan daging ayam Salimah warga Sentolo merasakan dampak dari kenaikan harga daging ayam.

Salimah mengaku, kebutuhan daging ayam untuk konsumsi rumahan sangat diperlukan.

Namun jika harga terus melambung tinggi, dirinya lebih memilih enggan untuk membeli.

"Harga naik terus, padahal penghasilan segitu-segitu saja," ucapnya.

Salimah mengeluhkan, kenaikan harga komoditas ayam cukup berpengaruh.

Pemerintah seharusnya berupaya menstabilkan harga, agar dapat dijangkau masyarakat.

Jika memang tak bisa menstabilkan harga, pemerintah dapat memperhatikan upah pekerja yang mana dapat meningkatkan daya beli. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#daya beli #Kulon Progo #Pasar Sentolo #lesu #harga daging ayam potong #pedagang #daging #melambung tinggi