Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Miliki Banyak Plot Anggaran, BPBD dan Damkar Kulon Progo Kerja Bakti Membuat Sumur Bor hingga Parkiran

Anom Bagaskoro • Senin, 21 Oktober 2024 | 05:00 WIB
GOTONG ROYONG: Anggota Damkar Kulon Progo saat bekerja sama membuat sumur bor dan parkiran Minggu (20/10/2024).
GOTONG ROYONG: Anggota Damkar Kulon Progo saat bekerja sama membuat sumur bor dan parkiran Minggu (20/10/2024).

 

KULON PROGO - Di balik aksi heroik anggota pemadam kebakaran (damkar) dan BPBD Kulon Progo dalam melayani masyarakat, ternyata plot anggaran dari APBD untuk mereka sangatlah terbatas. Saking terbatasnya anggaran, BPBD Kulon Progo tak bisa melakukan perbaikan minor pada parkiran mobil damkar.

Namun hal ini tak membuat mereka berpangku tangan. Untuk tetap memberikan pelayanan terbaik, BPBD dan Damkar Kulon Progo rela kerja bakti dengan dana seadanya untuk melakukan berbagai peningkatan fasilitas.

"Terakhir kali kami kerja bakti untuk membuat landasan parkir dan sumur bor," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi saat ditemui Minggu (20/10/2024).

 Baca Juga: Fasilitasi Kreativitas untuk Generasi Muda, Disperindag DIY Gelar Fashion Show Batik bagi SMK

Taufik menjelaskan, perbaikan secara swadaya pada parkiran serta garasi mobil damkar memanglah diperlukan. Lantaran, tempat parkir sebelumnya hanya beralaskan tanah. Medan tanah dinilai menurunkan efektivitas waktu saat mobil damkar bertugas. Apalagi saat berhadapan dengan api, mobil damkar perlu mengejar waktu untuk segera memadamkan kebakaran.

Pertimbangan lain berupa, banyaknya sekolah yang berkunjung ke kantor Damkar untuk mengikuti pelatihan. Setiap minggunya, selalu ada sekolah yang melakukan pelatihan penanganan kebakaran. Bahkan anak-anak ikut serta dalam pelatihan. Apabila tempat parkir dibiarkan begitu saja, tentunya tidak aman dan nyaman bagi anak-anak.

"Pelatihan pasti berhubungan dengan air, kalau masih tanah tentu akan licin dan berbahaya," tututnya.

BPBD dan Damkar juga bekerja bakti untuk membuat sumur bor di area kantor. Damkar sebelumnya telah memiliki titik sumur bor yang sering menjadi jujukan masyarakat. Namun karena kemarau panjang, membuat debit air seringkali tak memenuhi kebutuhan. Sehingga anggota Damkar dan BPBD melakukan pengeboran sumur secara swadaya.

Pembuatan sumur ini pun hanya mengandalkan alat bor yang dimiliki salah satu anggota damkar. Dikerjakan setiap hari saat malam atau tidak sedang bertugas. Kini, hasil sumur ini bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Airnya bisa disalurkan untuk suplai di daerah kekeringan. Pun dapat digunakan saat kebakaran terjadi.

Menurutnya, anggaran untuk hal ini telah diajukan berulang kali. Terakhir pada tahun lalu, namun tak kunjung terealisasi. Padahal biaya yang dibutuhkan dinilai tidak cukup besar. "Kami tak bisa berbuat banyak, sudah berulangkali kami ajukan tetapi tak terealisasi," keluhnya. (gas/eno)

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#BPBD Kulon Progo #damkar #terbatas #ABPD #Anggaran