Lantaran, terjadi perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo pada area tersebut.
Alhasil, pedagang yang biasanya berjualan di area tersebut terpaksa berpindah tempat.
"Selama masa pekerjaan pedagang akan dipindahkan ke tempat yang sudah disediakan," ucap Ahli Muda Analis Perdagangan Disdagin Kulon Progo Didik Kushermawan, Minggu (20/10).
Didik menjelaskan, pemindahan terjadi akibat adanya perbaikan pada atap dan fasilitas pada area kios daging.
Pekerjaan perbaikan dilakukan secara total, sehingga aktivitas perdagangan dapat terganggu apabila tetap dilakukan di dalam.
Selama 3 bulan ke depan, pedagang daging dapat tetap berjualan di tempat yang telah disediakan.
Disdagin telah menyiapkan tempat yang sesuai, agar pedagang serta pengunjung pasar dapat melakukan aktivitas seperti biasanya, tanpa terganggu oleh tempat.
Pada perbaikan di tahun ini, Disdagin menyasar peningkatan fasilitas pada area los penjyalan daging dan ikan.
Pada area tersebut sudah banyak keluhan mengenai atap bocor dari para pedagang. Sehingga atap area los akan diganti menjadi baru.
Selain perbaikan pada bagian atap, saluran drainase juga mengalami peningkatan. Tujuannya agar air limbah dari los pemotongan ikan dan daging dapat mengalir serta tak memberikan dampak berupa kemunculan bau dari limbah.
Bagian lantai area los daging juga mengalami peningkatan dengan pemasangan keramik, agar pengunjung semakin nyaman.
Sementara itu, Lurah Pasar Wates Sugiman membenarkan perihal pemindahan sementara pada pedagang los daging dan ikan.
Pedagang akan dipindahkan pada kios-kios yang berada di area pelataran Pasar Wates.
"Perbaikannya selesai di bulan November mendatang, selama itu pedagang tetap bisa berjualan," ucap Sugiman, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (20/10)
Sugiman menjelaskan, pemindahan pedagang dipastikan tidak mempengaruhi aktivitas perdagangan. Lantaran, selasar pasar juga memiliki fasilitas yang sama jika dibandingkan dengan los ikan dan daging.
Kendati begitu, dirinya tetap berharap agar proses perbaikan segera selesai. Pasalnya, beberapa pedagang memiliki ke khawatiran akan penurunan omset penjualan, jika tetap berjualan di selasar.
Terutama saat musim hujan, ada kemungkinan aktivitas perdagangan terganggu, akibat tampias karena berjualan di area terbuka.
Editor : Bahana.