Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hama Tikus Merajalela, 300 Peserta Ikuti Rat Hunter Semalam Suntuk Lakukan Pembasmian

Anom Bagaskoro • Minggu, 6 Oktober 2024 | 20:06 WIB

 

MENEMBAK: Peserta Rat Hunter membidik tikus sawah di Banjaraurum.
MENEMBAK: Peserta Rat Hunter membidik tikus sawah di Banjaraurum.
KULON PROGO, RADAR JOGJA - Ratusan peserta memadati Lapangan Dekso, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Sabtu (5/10).

Sambil menenteng senapan angin, peserta hendak mengikuti kegiatan Rat Hunter yang diselenggarakan sebagai antisipasi serangan hama tikus pasca tanam pertama.

Ketua Panitia Rat Hunter Sujud Hendar Kusdihantiko menyampaikan, acara tersebut bukanlah sebuah kompetisi menembak.

Lantaran, kegiatan di latarbelakangi keprihatinan terhadap petani yang setiap pasca tanam pertama selalu menghadapi hama tikus.

Membuat bibit padi yang baru ditanam termakan hama tikus, dan menimbulkan kerugian bagi petani.

Konsep berburu tikus sengaja dipilih oleh pihaknya. Lantaran, beberapa kali petani setempat menggunakan metode pengasapan lubang dan gropyokan tak mampu mengurangi populasi hama tikus.

Berdasarkan pengalaman itu, di tahun sebelumnya mereka mengadakan rat hunter. Ternyata metode berburu dengan senapan efektif menurunkan populasi hama, tanpa harus merusak areal persawahan.

"Sekitar 300 peserta, kebanyakan DIJ dan Jateng, terjauh dari Kebumen," ucap pria yang kerap disapa Tio ini.

Tio menjelaskan, sebelum mengikuti kegiatan rat hunter peserta melakukan registrasi senapan angin.

Senapan yang digunakan harus berkaliber 4,5 mm, diperbolehkan menggunakan gas maupun kokang.

Setelah teregistrasi, senapan ditempel sticker dan boleh dipasang beberapa alat pendukung. Seperti, kamera thermal, dan teleskop.

Pada pukul 18.30 WIB, peserta dilepas untuk berburu sesuai dengan zona yang telah ditentukan. 30 ha persawahan dibagi 4 zona, berdasarkan bulak (sebutan warga setempat pada area persawahan), yaitu Bulak Dekso, Ngipikrejo, Kedondong, dan Degan. Waktu berburu dibatasi hingga menjelang dinihari.

"Targetnya sekitar seribu hama tikus," ucapnya.

Setiap penembak yang berhasil memburu tikus mendapat apresiasi Rp 4 ribu per ekornya. Uang akan diberikan ketika pemburu membawa hasil buruannya ke titik berkumpul. Sedangkan, bangkai tikus yang telah mati dikumpulkan panitia sebagai pakan ternak burung hantu.

Berbekal senapan dan lampu senter, peserta Rat Hunter berjibaku dengan malam melewati pematang sawah.

Mereka mengincar bidikan ke lubang tikus dan menunggu aktivitas makhkuk pengerat. Saat ada pergerakan, mereka melesatkan peluru.

Tak butuh waktu berjam-jam beberapa peserta berhasil memperoleh buruan tikusnya.

Salah satunya, Ismanto peserta asal Slumbung Magelang yang rela jauh meninggalkan asalnya untuk mengikuti kegiatan itu. Tak butuh waktu berjam-jam, Ismanto berhasil melesatkan peluru pada 2 tikus dan berhasil menjadi buruannya.

"Sulit karena tidak boleh membuat tikus keluar dengan cara merrusak sarangnya di pematang," ucapnya.

Ismanto menjelaskan, kegiatan ini dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi. Lantaran, peserta tidak diperbolehkan merusak lubang sarang tikus yang berada di dalam pematang.

Hal ini, menjadi aturan panitia, karena merusak pematang sama saja merusak tanaman padi yang baru ditanam.

Selain dilarang merusak pematang dan tanaman, peserta perlu kesabaran ekstra. Tikus memiliki kepekaan pada cahaya, sehingga ketika ada lubang yang telah diseoroti cahaya oleh penembak dapat menakuti tikus untuk berkeliaran.

"Jadi kami memetakan lubangnya dulu, terus tunggu tikus keluar tanpa memperlihatkan cahaya," ujarnya.

Kendati memiliki tingkat keaulitan tinggi, dirinya tetap menikmati kegiatan itu. Pasalnya, kegiatan dapat menyalurkan hobi menembaknya ke target yang tepat.

Sensasi mendapatkan buruan juga menjadi pemacu semangatnya berjibaku dengan malam hari di areal persawahan.

Terlebih, melalui keikutsertaannya dalam memburu tikus dapat meringankan pekerjaan petani. Sehingga, jika ada kegiatan seperti ini lagi dipastikan dirinya akan mengikuti. 

Editor : Bahana.
#hama tikus #kalibawang #basmi tikus #Kulonprogo