Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masyarakat di Dua Kalurahan Kapanewon Kokap Kulon Progo Ini Masih Mengalami Kekeringan, Andalkan Droping Air untuk Kebutuhan Sehari-hari

Anom Bagaskoro • Kamis, 26 September 2024 | 20:46 WIB
ANTRE: Membawa wadah air, warga Kalurahan Kalirejo mengantri mendapatkan air. 
ANTRE: Membawa wadah air, warga Kalurahan Kalirejo mengantri mendapatkan air. 

KULON PROGO - Kalurahan Kalirejo dan Hargomulyo di Kapanewon Kokap masih merasakan dampak kekeringan.

Masyarakat yang kekurangan akses air bersih, rela mengantri saat mobil dropping air menyambangi 2 wilayah kalurahan tersebut.

Seperti yang dilakukan masyarakat di Padukuhan Kadigunung, Kalurahan Hargomulyo, Kamis (26/9/2024).

Puluhan masyarakat yang didominasi ibu-ibu, membawa wadah air berupa jerigen mendatangi mobil tanki air Tagana Kulon Progo.

Mereka rela mengantri sejak pagi untuk mendapatkan air bersih, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ada 62 kepala keluarga di Padukuhan Kadigunung kesulitan air bersih," ucap warga Kadigunung Sarijo, Kamis (26/9/2024).

Sarijo menyampaikan kemarau panjang di tahun ini, membuat beberapa sumber air milik warga mengalami kekeringan.

Sumur sebagai sumber air utama warga mengering, membuat warga sekitar kebingungan mencari air bersih.

Parahnya jaringan program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tak bisa diandalkan.

Lantaran, sumber pamsimas juga mengalami kekeringan sejak 3 bulan terakhir.

Membuat masyarakat hanya bisa mengandalkan akses air bersih dari bantuan pemerintah maupun swasta.

"Tiap hari pasti ada kiriman 2 tanki, sekitar 10 ribu liter dan pasti habis," ucapnya.

Sarijo menuturkan, kemarau panjang memiliki dampak banyak bagi masyarakat.

Pasalnya, air tak hanya digunakan untuk konsumsi, melainkan untuk pemberian pakan ternak, kegiatan mck, dan kebutuhan lainnya.

Sehingga, mau tidak mau masyarakat harus mencari bantuan dari pemerintah maupun swasta untuk mendapatkan air.

Hal yang sama juga terjadi di Kalurahan Kalirejo Kapanewon Kokap.

Terdapat 5 padukuhan mengalami nasib yang sama, diantaranya Padukuhan Plampang 1, Plampang 2, Kalibuko, Sangon 1, dan Sangon 2.

ANTRE: Membawa wadah air, warga Kalurahan Kalirejo mengantri mendapatkan air.
ANTRE: Membawa wadah air, warga Kalurahan Kalirejo mengantri mendapatkan air.

5 daerah ini telah merasakan dampak kemarau sejak 6 bulan terakhir.

"Kekeringan sudah 6 bulan lalu, 3 bulan terakhir hampir semua tandon air sudah habis," ucap Warga Plampang 1 Kemijo.

Kemijo menjelaskan, di daerahnya terdapat 43 kepala keluarga yang terdampak kekeringan sejak 6 bulan lalu.

Sebelumnya, masyarakat di daerahnya sempat menampung air menggunakan tandon. Namun, tampungan hanya bisa bertahan selama 3 bulan.

Setelah 3 bulan warga masyarakat mulai mencari alternatif sumber air.

Salah satunya, warga mulai mencari mata air yang berada di area hutan.

Untuk mendapatkan air, masyarakat perlu berjalan sejauh 1 km menuju sumber mata air.

Namun, mata air juga mengalami kekeringan setelah beberapa kali warga mengambil dari tempat itu.

"Masyarakat akhirnya bergantung bantuan dari pemerintah," ucapnya.

Kebutuhan air yang tak lepas dari keseharian, membuat masyarakat bergantung dengan bantuan air bersih.

Selama 3 bulan terakhir, puluhan truk tanki telah mengakomodir kebutuhan mereka.

Seperti, beberapa hari lalu masyarakat Padukuhan Plampang 1 mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Kulon Progo.

Mendengar kabar adanya bantuan, masyarakat rela sejak pagi berkumpul di titik penyaluran air. Bahkan beberapa warga, membawa beberapa wadah untuk menampung air lebih banyak.

Sementara itu, Kepala BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi menjelaskan, dampak kemarau panjang memang masih terasa di beberapa daerah.

Walaupun, di Kulon Progo sudah terjadi hujan beberapa kali kebutuhan air bersih masih belum terpenuhi.

"Intensitasnya masih rendah, jadi memang beberapa daerah masih perlu bantuan distribusi air," ujarnya.

Taufik menjelaskan, terdapat 23 kalurahan dari 7 kapanewon yang merupakan wilayah terdampak kekeringan.

Kapanewon Kokap menjadi salah satu daerah yang masuk dalam daftar tersebut.

Sejumlah tanki dari BPBD telah diterjunkan untuk daerah yang telah mengajukan proposal penyaluran air bersih di Kapanewon Kokap. (gas)

ANTRE: Membawa wadah air, warga Kalurahan Kalirejo mengantri mendapatkan air.
ANTRE: Membawa wadah air, warga Kalurahan Kalirejo mengantri mendapatkan air.
Editor : Meitika Candra Lantiva
#Droping Air Bersih #mengantre #Kekeringan #Kulon Progo #Kalurahan Hargomulyo #kebutuhan #Rela #Kalurahan Kalirejo #Kapanewon Kokap #air bersih