Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paguyuban Kate Jogja Mataram (PKJM) Gelar Kontes Mataram Kate Festival di Taman Budaya Kulon Progo, Upaya Ubah Stigma Masyarakat tentang Ayam Kate

Anom Bagaskoro • Senin, 23 September 2024 | 02:47 WIB

 

 

PENJURIAN: Dewan juri saat menilai kondisi ayam katai yang mengikuti lomba Mataram Kate Festival di Taman Budaya Kulon Progo Minggu (22/9/2024).
PENJURIAN: Dewan juri saat menilai kondisi ayam katai yang mengikuti lomba Mataram Kate Festival di Taman Budaya Kulon Progo Minggu (22/9/2024).

KULOM PROGO - Paguyuban Kate Jogja Mataram (PKJM) menggelar kontes ayam kate di Taman Budaya Kulon Progo Minggu (22/9/2024). Mataram Kate Festival ini adalah upaya untuk memperlihatkan keunikan ayam kate yang kerap kali diremehkan masyarakat.

Ketua PKJM Agung Wahyu Prabowo menyampaikan, selama ini ayam kate sering mendapat stigma buruk. Lantaran ayam kate dianggap sebagai hama bertubuh mungil. Anggapan ini terjadi karena ayam kate memiliki tubuh mungil dibanding ayam negeri maupun kampung.

Jika terjadi kawin silang, maka anakan ayam akan mengikuti karakteristik indukan. Sehingga hal ini membuat stigma buruk masyarakat tentang ayam kate semakin menguat. "Melalui kompetisi ini, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang ayam kate," ujarnya.

Agung menjelaskan, ayam kate sebenarnya memiliki pasar yang luas dengan sedikitnya peternaknya. Jumlah pehobi ayam ini, juga terus bertambah. Sehingga memberikan ekosistem penjualan ayam kate untuk hewan peliharan dan hias.

Dengan kontes yang mereka adakan, diharapkan masyarakat dapat mengenali ayam kate. Bukan sebagai hama, tetapi sebagai ayam hias yang memiliki keuntungan ekonomis tinggi. Lantaran bagi pehobi ayam kate, paling murah dihargai ratusan ribu rupiah untuk umur satu bulan. "Rentang harganya dari ratusan ribu hingga puluhan juta," ucapnya.

Dalam kontes tersebut, dilombakan tiga kategori yang berfokus pada kriteria ayam kate dan keindahannya. Di antaranya kategori campuran bobot tubuh, campuran ukuran kaki, dan campuran jenis kelamin. Setiap kategori memiliki kriteria masing-masing. Namun, pada dasarnya terdapat penilain pokok berupa, proporsi tubuh, keindahan bulu, dan kebersihan ayam.

Tak tanggung-tanggung, peserta kontes diikuti 120 peserta. Tidak hanya dari DIY, namun juga berasal dari Cilacap, Magelang, dan Kebumen. Peserta asal Kabupaten Cilacap Sabar Purnomo mengaku, sudah sering mengikuti kontes ayam kate. Sebagai hiburan dan hobi barunya. Kali ini, dia membawa dua ayam kate. “Jenis mataraman," ujarnya.

Dia menyebut, perawatan ayam kate hampir sama dengan ayam lain. Pakan ayam kate tergolong mudah didapat. Seperti jagung, konsentrat, dedak, hingga beras merah. Komposisi pakan yang maksimal, juga dapat membuat ayam kate memiliki postur tubuh yang bagus.

Sabar menuturkan, kesengajaan mengikuti kontes dilakukan untuk meningkatkan pamor ayam kate miliknya. Sebab ayam kate yang telah menjuarai kontes, akan mempengaruhi harga jualnya. Dirinya bahkan pernah menjual ayam kate hingga jutaan rupiah. (gas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kulon Progo #Paguyuban Kate Jogja Mataram #ayam kate