Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

32 Pokdarwis di Kulon Progo Mengikuti Kompetisi Olahraga Tradisional Nglarak Blarak

Anom Bagaskoro • Minggu, 22 September 2024 | 23:25 WIB

OLAHRAGA: Peserta Nglarak Blarak menyeret pelepah kelapa yang ditunggangi joki.
OLAHRAGA: Peserta Nglarak Blarak menyeret pelepah kelapa yang ditunggangi joki.
KULON PROGO - Memadati Alun-Alun Wates, puluhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mengikuti kompetisi olahraga tradisional Nglarak Blarak, Sabtu (21/9).

Kompetisi yang didasari permainan tradisional Ngalarak Blarak ini, mendapatkan perhatian banyak masyarakat Kulon Progo. Lantaran, keseruan permainannya tak kalah dengan olahraga konvensional lainnya.

"Ada 32 pokdarwis yang mengikuti kompetisi ini," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, saat menjawab pertanyaan awak media, Sabtu (21/9).

Joko menjelaskan, setiap pokdarwis mewaklikan 1 tim yang terdiri dari 6 peserta, 3 laki-laki dan 3 perempuan.

Pada permainan 3 peserta laki-laki akan menyeret pelepah kelapa yang ditunggangi 1 perempuan sebagai joki.

Sebelum menyeret pelepah kelapa, peserta kompetisi terlebih dahulu menjalankan beberapa tugas seperti memasukkan pelepah kelapa ke dalam area yang telah ditentukan.

Keseruan peemainan ini terlihat saat 2 tim dipertemukan dalam sebuah lapangan permainan berukuran 6x6 meter.

Ditambah dengan 3 pemain yang menyeret pelepah kelapa yang telah ditunggangi pemain perempuan mengitari area permainan. 2 tim berlomba mendapatkan perolehan skor terbanyak dengan mempercepat proses menyeret blarak.

Saat melakukan proses menyeret blarak, penonton serta pendukung meneriaki semangat, menambah kemeriahan acara tersebut.

Terlebih saat joki jatuh dari pelepah, keriuhan penonton semakin bertambah. Membuat semakin meriahnya gelaran kompetisi ini.

"5 tim terbaik akan dihasilkan dari kompetisi ini dan mendapatkan kejuaraan," ujarnya

Kemeriahan acara ini, jika dilihatkan dari antusias peserta dalam berkreasi menggunakan pelepah kelapa.

Pelepah kelapa yang ditunggangi dikreasikan dengan berbagai ornamen.

Seperti anyaman, bendera, serta dududkan tempat berdirinya joki. Tak luput, pemain juga mengenakan berbagai busana yang membuat kemeriahan kompetisi semakin terlihat.

Pada kompetisi itu, Pokdarwis Arum Jaya Kalurahan Banjararum keluar sebagai juara pertama. Sedangkan untuk juara favorit dengan penampilan terbaik, serta keunikan pelepah kelapa didapat Pokdarwis Mlarangan Asri.

"Tahun ini peserta berasal dari pokdarwis," ujarnya.

Keikutsertaan pokdarwis dalam kompetisi ini, sengaja dilakukan. Lantaran, Nglarak Blarak menjadi salah satu permainan tradisional dan olahraga yang bisa dikembangkan menjadi komoditas wisata.

Dengan harapan, pokdarwis dapat mengembangkan paket wisata olahraga yang dijalankan disetiap objek wisata yang dikelolanya.

Nglarak Blarak, yang memiliki keunikannya juga tak memerlukan banyak modal untuk diimplementasikan.

Pasalnya, permainan ini hanya memerlukan pelepah kelapa dan sabut kelapa. Sehingga, masyarakat juga dapat memainkan permainan ini.

Sementara itu, peserta asal Kapanewon Panjatan Dita Indah Sari menuturkan antusiasnya.

Dirinya yang bertugas sebagai joki merasakan keseruan permainan tersebut.

Bahkan dirinya telah mengikuti 3 kali kompetisi Nglarak Blarak di tahun-tahun sebelumnya.

"Walaupun panas, tetapi permainannya seru," ujarnya.

Permainan yang memanfaatkan strategi dengan kekuatan fisik ini, dianggapa sebagai olahraga baginya.

Lantaran, dirinya sebagai joki harus menjaga keseimbangan saat berdiri diatas pelepah kelapa yang diseret. Saat dirinya jatuh dari pelepah, dirinya harus segera berdiri dan menunggangi kembali pelepah.

Kerelaannya mengikuti kompetisi ini, terbukti dengan persiapan timnya dalam mengikuti gelaran Nglarak Blarak.

Timnya selama 2 hari melakukan latihan efektif. Sebelumnya, timnya juga telah mempersiapkan pelepah kelapa yang telah ditambah berbagai ornamen untuk memperindah. (gas)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Kulon Progo #Nglarak Blarak #Alun alun wates