KULON PROGO - Menjelang peringatan hari jadi ke-73 Kulon Progo, Pj Bupati Kulon Progo menyampaikan konsep acara kepada Radar Jogja secara langsung. Hal ini disampaikan saat Radar Jogja melakukan audiensi kepada Pj Bupati, di ruang kerjanya, Selasa (17/9). Pada audiensi tersebut, turut hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo.
"Kami mengadakan berbagai kegiatan sejak 8 September-8 November," ucap Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi, saat menyambut kedatangan Radar Jogja.
Siwi menjelaskan, Hari Jadi ke-73 Kulon Progo tak hanya sekedar kegiatan peringatan. Namun, lebih jauh dari itu, peringatan diwujudkan sebagai bentuk pengenalan potensi Kulon Progo ke khalayak umum. Lantaran, peringatan mengusung tema Semarak Kota Geblek, yang memiliki akronim Sejahtera, Maju, Mandiri, Berbudaya, dan Berkelanjutan (Semarak), Kolaborasi Tangguh (Kota), serta Greget Bersinergi (Geblek).
Baca Juga: Tes Tekanan Darah, Gula Darah dan Kolesterol untuk Daftar KPPS di KPU Kabupaten Magelang
Baca Juga: Keracunan Massal usai Hadiri Acara Keagamaan di Wonosari, Sembilan Warga Harus Opname di RS
Pengangkatan unsur Geblek, menjadi upaya pemkab untuk menguatkan branding geblek sebagai makanan khas Kulon Progo. Nantinya, potensi kuliner dapat dikrmbangkan menjadi wisata gastronomi yang dapat menopang perekonomian daerah serta masyarakat.
Geblek nantinya akan diangkat kembali, tidak hanya sebagai kuliner, tetapi berbagai aspek lainnya. Di antaranya, permainan tradisional, motif busana, hingga ikon kegiatan. Tentunya, proses pengangkatan pamor geblek ini dilakukan secara bertahap."Nanti akan banyak aktivitas yang diadakan, salah satunya pesta rakyat," ujarnya.
Dalam peringatan Hari Jadi ke-73 Kulon Progo, pemkab mengadakan berbagai aktivitas serta kegiatan. Tak hanya kegiatan rutin tahunan, seperti ziarah makam pendahulu, dan Manunggal fair. Pemkab juga mengadakan rangkaian kegiatan menyambut hari jadi dengan mengoptimalkan potensi daerah. Seperti, pesta rakyat, dan sport tourism yang saat ini tengah digarap.
Tentunya, kesuksesan penyelenggaraan serta branding Kabupaten Kulon Progo ini tak terlepas dari peran media, seperti Radar Jogja.
Baca Juga: Minimal Eselon II, Pemprov DIY Siapkan Pj's, Mengantisipasi Kekosongan Kepala Daerah Petahana
Baca Juga: Minimal Eselon II, Pemprov DIY Siapkan Pj's, Mengantisipasi Kekosongan Kepala Daerah Petahana
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIJ itu menuturkan, peran media sangatlah krusial dalam menyebarkan informasi mengenai aktivitas peringatan hari jadi. "Media pasti berubah, tetapi perannya dalam memberikan informasi masih ada," ujarnya.
Sebelumnya Diskominfo Kulon Progo juga telah mensosialisasikan perihal salah satu kegiatan peringatan hari jadi, yaitu Manunggal Fair. Nantinya Manunggal Fair akan dilaksanakan pada 27 September-8 November.
"Tidak ada tiket masuk atau gratis, sehingga pengunjung dapat mendatangi acara tersebut," ucap Kepala Diskominfo Kulon Progo Agung Kurniawan.
Agung menjelaskan, tak adanya penarikan tiket ini dimaksudkan agar masyarakat ikut serta dalam memperingati hari jadi. Sehingga, orientasi acara difungsikan untuk menghibur serta menyenangkan hati masyarakat Kulon Progo. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo