KULON PROGO - Formasi CASN Dokter Spesialis di Kulon Progo tak memiliki satupun pelamar.
Hal ini, sebenarnya telah terjadi selama beberapa tahun terakhir.
Formasi CASN yang terus dibuka sama sekali tak tersentuh pelamar.
"Ada 11 formasi dokter spesialis, 4 diantaranya tidak ada pelamar," ucap Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulon Progo Sudarmanto, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Kamis (12/9/2024).
Sudarmanto menjelaskan, 2 formasi tanpa pelamar merupakan formasi dokter spesialis radiologi, dan dermatologi venereologi.
Formasi ini, dibutuhkan di RSUD Nyi Ageng Serang, yang tak memiliki dokter spesialis tersebut. Sehingga, formasi ini sangat dibutuhkan.
Kejadian tak ada pelamar, pernah terjadi di tahun- tahun sebelumnya.
Bahkan dari puluhan formasi dokter spesialis, tak ada satupun pelamar yang mendaftar.
Sehingga setiap tahunnya formasi dokter spesialis selalu muncul dalam CASN, agar dapat memenuhi SDM.
"Jumlah lulusan terbatas, dan berebut dengan rumah sakit swasta," ujarnya.
Menurutnya, minimnya pendaftar dokter spesialis terjadi karena jumlah dokter spesialis tak terlalu banyak.
Ditambah dengan rumah sakit swasta yang juga membutuhkan dokter spesialis.
Membuat kesenjangan kebutuhan akan dokter spesialis.
Kendati, tak ada pelamar di formasi dokter spesialis.
CASN 2024 di Kulon Progo cukup banyak mengalami peningkatan minat.
Lantaran terdapat 2.269 pendaftar dan 2.015 pendaftar telah resmi mendaftar dengan submit.
Diantara formasi yang dibuka, formasi fasilitator pemerintahan di Inspektorat Daerah memiliki banyak peminat.
Terdapat 133 pelamar yang memperebutkan 1 lowongan dalam formasi ini.
Sementara itu, salah satu narasumber yang tak ingin disebutkan namanya, menjelaskan minimnya pelamar formasi dokter spesialis wajar terjadi.
Lantaran, gaji pokok ASN dokter spesialis dinilai terlalu rendah.
Gaji pokok ASN dokter spesialis di RSUD Nyi Ageng Serang berkisar Rp 2 juta - Rp 4 juta.
"Tunjangan juga tak terlalu menggiurkan dibanding RS swasta," ucapnya.
Menurutnya, kebanyakan dokter spesialis memilih mengabdikan dirinya di rumah sakit swasta.
Lantaran, penghasilan lebih terjamin, ditambah dengan fasilitas yang didapat lebih menguntungkan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva