Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Embung Talun Ombo di Pengasih, Kulon Progo Hanya Dua Tahun Beroperasi, Dibiarkan Rusak Lebih dari Empat Tahun

Anom Bagaskoro • Sabtu, 7 September 2024 | 16:10 WIB
MENUNJUK: Samadi menunjukkan embung yang rusak dan tak kunjung diperbaiki.
MENUNJUK: Samadi menunjukkan embung yang rusak dan tak kunjung diperbaiki.

 

 

RADAR JOGJA - Embung Talun Ombo yang terletak di Padukuhan Talun Ombo, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih rusak parah. Sebenarnya kerusakan embung ini sudah terjadi sejak empat tahun terakhir. Namun, tak kunjung ada perbaikan dari dinas terkait.

"Sudah empat tahun rusak, jadi tidak bisa menampung air," ucap salah satu warga terdampak rusaknya embung Samadi, Jumat (6/9). Embung yang dibangun di 2018 ini, sempat beroperasi dengan normal selama dua tahun. Namun, di 2020 embung mengalami kerusakan. Berdampak pada pengurangan debit air yang berhasil ditampung.

Sebelum rusak, embung ini mampu menampung air di musim kemarau selama tiga bulan lebih. Sedangkan saat musim penghujan, kebanyakan air yang tertampung rembes ke tanah. Lantaran, geo membran yang berfungsi menahan laju air agar tak langsung ke tanah mengalami kebocoran.

Baca Juga: Mengenal Duta GenRe DIY Arina Binti Adhima, Jadi Wadah Meminimalisasi Masalah Remaja

Baca Juga: Jogja Book Fair 2024 Akan Digelar 10-19 September 2024, Upaya Mewujudkan Jogja sebagai Ibu Kota Perbukuan Indonesia

Sebenarnya, warga sekitar sempat mencoba memperbaiki embung ini dengan cara swadaya. Seperti melakukan penambalan di bagian geo membran yang robek. Namun, karena menggunakan alat seadanya penambalan tak optimal. "Sangat penting bagi masyarakat, karena untuk pertanian dan wisata," ucapnya.

Kerusakan embung ini, berdampak besar bagi masyarakat. Lantaran, pertanian masyarakat Perbukitan Menoreh di wilayah Sidomulyo bergantung dengan suplai air dari embung ini. Ketika kemarau tiba, hasil tanaman mereka terpaksa mati karena tak mendapat penyiraman optimal. Sedangkan saat ini, musim kemarau dan hujan tak bisa diprediksi, membuat petani di Sidomulyo kebingungan.

Selain untuk pertanian, Embung Talun Ombo merupakan salah satu objek wisata yang dikelola masyarakat sekitar. Semenjak rusaknya fasilitas ini, membuat sepi kunjungan. Padahal saat berfungsi banyak pengunjung yang berdatangan. Lantaran, embung memiliki pemandangan yang apik, sekaligus suasana pedesaan yang mencolok.

Baca Juga: Gubernur DIY Hamengku Buwono X Racik Kopinya Sendiri bak Barista Profesional saat Pembukaan Jogja Coffee Week 2024 di JEC

Baca Juga: Soal Gratifikasi Jet Pribadi, Guru Besar Hukum Pidana Undip Minta KPK Tetap Klarifikasi Kaesang, Ini Sarannnya

Sementara itu, Fungsional Bidang SDA DPUPKP Kulon Progo Hendy Setyadi membenarkan perihal kerusakan embung tersebut. Embung yang memiliki ukuran 60 meter x 15 meter ini, dinilai tak mampu menampung air secara optimal. Diperparah dengan musim kemarau, membuat air di dalam embung cepat kering. "Sudah kami survei, dan memang ada kerusakan," ucapnya.

Hendy menuturkan, survei dilakukan untuk memastikan kebenaran kerusakan. Terutama mengenai aset daerah yang dibangun dan ditangani DPUPKP. Terdapat lima embung yang ditangani DPUPKP Kulon Progo, salah satunya Embung Talun Ombo.

Menyikapi perihal kerusakan tersebut, pihaknya telah melakukan kajian mendalam untuk memetakan solusi. Rencananya di 2025 nanti, embung akan menerima kucuran dana rehabilitasi. Saat ini, tengah dianggarkan rehabilitasi dengan nilai Rp 209 juta. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pengasih #Kulon Progo #dinas #talun #OMBO #embung