Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diduga Bunuh Diri, Penyebab Meninggalnya Perwira Polisi di Jatimulyo, Kasi Humas Polres Kulon Progo; Tunggu Otopsi

Anom Bagaskoro • Rabu, 4 September 2024 | 06:04 WIB

 

OLAH TKP: Kondisi TKP yang juga rumah Ipda Bambang S di Padukuhan Gendu, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, tadi malam (3/9).
OLAH TKP: Kondisi TKP yang juga rumah Ipda Bambang S di Padukuhan Gendu, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, tadi malam (3/9).
 

KULON PROGO - Seorang perwira polisi bernama Ipda Bambang S ditemukan di rumahnya, Padukuhan Gendu RT 104 RW 25, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, dalam keadaan meningal dunia dan bersimbah darah kemarin (3/9). Diduga kuat ia melakukan bunuh diri dengan pistol dinasnya.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja di tempat kejadian perkara (TKP), personil provos dan polisi melakukan penjagaan ketat rumah Ipda Bambang hingga tadi malam. Tak luput personil Inafis Polres Kulon Progo juga ikut melakukan olah TKP di kediaman Ipda Bambang.

Waka Polres Kulon Progo Kompol Martinus Griavinto Sakti juga mendatangi rumah korban tadi malam. Menurut informasi, aksi bunuh diri dengan menembakkan pistol ke tubuhnya sendiri itu diketahui terjadi sebelum Magrib.

"Memang benar kejadian meninggalnya Ipda Bambang," ucap Kasi Humas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon tadi malam (3/9).

Novi menjelaskan perihal meninggalnya perwira personel Polsek Girimulyo itu. Saat ini, untuk keterangan lebih lanjut pihaknya masih menunggu hasil otopsi. Jenazah Ipda Bambang sendiri dibawa ke RS Bhayangkara di Kalasan, Sleman, dengan mobil ambulans PMI Kulon Progo.

Sementara itu, Ketua RT 104 Padukuhan Gendu Suwandi membenarkan adanya kejadian ini. Rumah Ipda Bambang berada di wilayah kerjanya yaitu Padukuhan Gendu, Jatimulyo, Girimulyo.

Kejadian berawal sekitar pukul 17.30 ketika TW, istri Ipda Bambang mendatangi rumahnya yang berada tidak jauh dengan rumah Ipda Bambang. "Datang menangis dan ngomong ke saya, sekarang saya hidup sendirian," ucap Suwandi saat menjawab pertanyaan Radar Jogja.

Mendengar ucapan TW, Suwandi sontak mempertanyakan keberadaan bapak tiga anak itu. Kemudian istri Ipda Bambang menjelaskan bahwa suaminya telah meninggal dunia.

Seakan tidak percaya kabar itu, Suwandi kembali meyakinkan. "Ngomongnya dengan alat sendiri. Tidak tahu maksudnya apakah dengan pistol," tandasnya.

Suwandi menjelaskan tak terlalu memahmi perkataan menggunakan "alat sendiri". Lantaran tidak ada bunyi letusan pistol yang terdengar ke tetangga sekitar.

Dirinya berasumsi, istri Ipda Bambang setelah pulang bekerja mendapati kondisi sang suami sudah tidak bernyawa. Tentu hal ini membuatnya shock dengan kejadian itu dan segera menghampiri dirinya.

Menerima kabar itu, Suwandi diminta mengabari kakak T, istri Ipda Bambang. Segera dirinya mengabari kerabatnya dan menunggu dukungan dari kepolisian. Bahkan ia tak melihat kondisi jenazah. Lantaran kaget dan langsung mencari bantuan orang lain. (gas/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#polres kulon progo #Polisi #bunuh diri #RS Bhayangkara #PMI Kulon Progo #Ipda Bambang #polisi bunuh diri