RADAR JOGJA – Sebanyak 300 tukik dilepas di pesisir Pantai Bidara, Kulon Progo Jumat (16/8). Pelepasan diikuti oleh 150 pengunjung, bertujuan untuk menjaga kelestarian hewan laut di perairan selatan Bumi Binangun.
Kepala Resort Konservasi (RKW) Kulon Progo BKSDA Yogyakarta Purwanto menyebut, tukik yang dilepaskan berjenis penyu lekang. Hewan jenis ini dilindungi karena saat ini ekosistemnya telah terganggu.
Ekosistem yang terganggu berdampak pada penurunan populasinya di perairan selatan Kulon Progo. Sehingga diperlukan kegiatan untuk konservasi baik dari habitatnya, maupun populasinya. "Penyu ini kami dapat dari masyarakat yang ditangkarkan masyarakat untuk konservasi," ucapnya.
Pelepasliaran, lanjutnya, dilakukan secara bertahap. Sejak pagi hingga menjelang sore hari.
Sementara itu, Nuryanto salah satu pelestari yang menangkarkan tukik mengaku, menggandeng beberapa pihak untuk melepaskan tukik. Tujuannya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat serta ekosistem penyu lekang.
Melalui pelepasliaran tukik lekang, masyarakat akan melihat bagaimana proses tukik kembali ke habitatnya. Harapannya tumbuh rasa memiliki dengan tukik yang dilepaskan, agar masyarakat yang melepaskan ikut serta dalam menjaga ekosistem dan habitat penyu di laut.
Selama ini, Nuryanto rutin melepaskan tukik tangkarannya di Pantai Bidara. Dia secara swadaya melakukan kegiatan itu. Lantaran, populasi penyu semakin sedikit, daripada saat dirinya masih berumur belasan tahun.
"Penyu yang dilepas merupakan hasil tangkaran saya," ucapnya.
Nur menyampaikan, selama ini banyak penyu yang bersarang di Pantai Bidara. Namun, tingkat keberhasilan menetas tak terlalu banyak.
Dalam satu sarang biasanya terdapat 100 telur. Namun di alam liar, penyu tersebut hanya menetas kurang dari 30 buah. Hal ini terjadi karena sarang diterjang gelombang abrasi dan rusaknya sarang. Sehingga membutuhkan keikutsertaan manusia demi kelestariannya. (gas/eno)
Editor : Satria Pradika