RADAR JOGJA - Penghayat kepercayaan di Kulon Progo berharap adanya sentuhan bantuan dari pemkab yang berbentuk fasilitas yang mumpuni. Salah satunya fasilitas taman/kebun bunga hingga tempat berkumpul.
Ketua Dewan Musyawarah Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kulon Progo Trisno Raharjo membenarkan, kebutuhan fasilitas bagi penghayat kepercayaan. Fasilitas berbentuk taman bunga dan tempat berkumpul digunakan sebagai sarana penunjang beribadah.
“Taman itu untuk ditanami bunga, karena dalam ibadah kami membutuhkan bunga,” ucap Trisno saat ditemui Radar Jogja di kediamannya Rabu (14/8).
Di Kulon Progo terdapat sekitar 20 kelompok penghayat kepercayaan. Anggota setiap kelompoknya sekitar 20 orang. Sedangkan secara keseluruhan kelompok penghayat kepercayaan di DIY berkisar 70 kelompok.
Keberadaan taman bunga yang dikonsep penghayat kepercayaan, lanjutnya, bisa dijadikan sebagai tempat wisata untuk menyumbang PAD. Tentunya penghayat kepercayaanlah yang mengelola dan merawat taman ini nantinya. "Penting, karena selama ini cukup banyak terkendala," ucapnya.
Jika hal ini terealisasi, taman bunga bisa menjadi penyedia komoditas berbagai bunga. Sebab selama ini, banyak bunga yang tidak bisa ditemui di toko bunga biasa. Sehingga penghayat kepercayaan terpaksa harus keluar daerah untuk mendapatkan bunga dengan jenis tertentu. Seperti cempaka mulia.
"Minimal kebutuhan bunga seperti, mawar merah putih, melati, kanthil, dan kenanga (bisa terpenuhi dengan adanya taman bunga, Red)," ucapnya. (gas/eno)