KULON PROGO - Sri Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan pentingnya menyesuaikan pramuka dengan tatanan zaman.
Penyesuaian ini memiliki ruang lingkup pada fungsi sosial dan orientasi dalam pembelajaran generasi muda.
Hal ini disampaikannya, usai Apel Hari Pramuka Ke-63 yang bertempat di Alun-alun Wates, Rabu (14/8/2024).
Gubernur DIY ini menyampaikan, di era modern pramuka perlu bertransformasi menjadi kegiatan yang mampu mengimbangi keberadaan teknologi. Lantaran, teknologi telah banyak menyita generasi muda.
Keberadaan teknologi semata-mata juga tak bisa dicegah persebarannya.
"Anak muda jangan hanya mengetahui apa yang dilihat di youtube (media sosial)," ucap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, usai apel Hari Pramuka Ke-63, Rabu (14/8/2024).
Pentingnya pramuka, dilihat dari pendekatan sosial bermasyarakat.
Kecenderungan generasi muda di era ini, lebih menutup diri karena keberadaan teknologi.
Pramuka memiliki dimensi untuk mengajak generasi muda untuk berhubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatannya.
Selain menyesuaikan peran pramuka pada aspek fungsi sosial.
Pramuka perlu menyesuaikan dengan orientasi pembelajaran pada generasi muda.
Hal ini perlu ditekankan, karena orientasi di zaman berdirinya Gerakan Pramuka sudahlah berbeda.
"Kalau orangtua saya dulu hidup atau mati, sekarang jangan bilang mati tetapi bertahan untuk belajar," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) DIY GKR Mangkubumi menyampaikan, di Hari Pramuka ke-63 ini dijadikan sebagai penyemangat baru.
Diharapkan setelah pelaksanaan peringatan ini, muncul inovasi-inovasi pada gerakan pramuka.
Ditengah perkembangan zaman, inovasi sangat diperlukan.
Tujuannya untuk menggaet Generasi Z terjun dalam kegiatan pramuka. Sehingga, cara paling efektif adalah inovasi pada digitalisasi pramuka.
"Tentu tak terlepas dengan dengan digitalisasi, misal dengan kegiatan pelatihan media sosial," ucapnya.
Selain berfungsi menggaet Generasi Z, inovasi dengan pedekatan digitalisasi juga memiliki peran pembelajaran.
Lantaran, digitalisasi yang diejawantahkan dalam pelatihan media sosial dapat digunakan sebagai pembelajaran mengenai etika bersosial media.
Menanggapi perihal Apel Hari Pramuka ke-63 yang dilaksanakan di Kulon Progo, GKR Mangkubumi sangat mengapresiasi apel tersebut.
Lantaran, tak hanya berlangsung khidmat pada pelaksanaan apel.
Pasca apel sajian Gelar Ketangkasa dan Kebudayaan cukup banyak memeriahkan peringatan hari pramuka.
Terdapat sekitar 3 ribu peserta yang terdiri dari dari bebagai gugus depan dan satuan karya pramuka.
Setiap gugus depan juga menampilkan keahliannya pada sesi Gelar Ketangkasan.
Salah satunya Satuan Karya Wira Kartika Kodim 0731 Kulon Progo yang menampilkan teknik repling menuruni tower yang terbuat dari bambu.
Ada juga tunjuk ketangkasan baris berbaris, hingga penggunaan bendera semapore dalam sesi ini. Tentunya hal ini disambut antusias oleh semua orang, termasuk Gubernur DIY sebagai inspektur apel.
Pada gelar budaya, Sultan bahkan mengapresiasi dengan standing ovation (tempuk tangan meriah).
Banyak kejutan dalam penampilan gelar budaya, tak hanya berisi tarian kolosal, tetapi juga menunjukkan banner yang telah dilukis foto Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengkubuwono IX. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva