Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Uang Hadiah Kontes Tak Sebanding Biaya Perawatan, Peternak Kambing PE Tetap Ikut Kontes, Ini Alasannya

Anom Bagaskoro • Rabu, 14 Agustus 2024 | 03:35 WIB

 

PENGHARGAAN: Kambing yang menjuarai kontes dijajarkan.
PENGHARGAAN: Kambing yang menjuarai kontes dijajarkan.

KULON PROGO - Widya Hermawan tampak semringah sambil membawa kambing miliknya yang telah menjuarai Kontes Kambing PE Ras Kaligesing. Kendati semringah, pihaknya mengklaim uang penghargaan tak sebanding dengan biaya perawatan kambingnya.

Lantaran, hadiah yang ia terima berkisar Rp 3 juta. "Biaya nonperawatan untuk kambing hingga umur tiga tahun sekarang sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta," ucap Pemilik Becak Farm Widya Hermawan, Selasa (13/8).

Jika diakumulasikan dengan biaya perawatan kambingnya, hadiah kontes tak sebanding dengan hadiah yang didapat. Sejak kecil, kambing telah mendapatkan susu kambing dan suau bubuk untuk pembentukan badan. Menginjak umur satu tahun, kambing PE kontes perlu diberi pakan hijauan, ampas tahu, konsentrat, maupun vitamin. Jika dihitung biaya operasional menyentuh Rp 50 juta.

Kendati, tak untung dari segi hadiah yang didapat, dia tetap mengikuti kontes. Lantaran, saat mengikuti kontes akan mendapat sertifikat yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual kambing. "Kalau yang juara ini, terakhir sudah ada yang menawar Rp 120 juta," ucapnya.

Selain berkaitan dengan harga jual, adanya sertifikat penghargaan dapat dijadikan pijakan sebagai usaha breeding pejantan. Peternak yang hendak mencari anakan yang bagus, biasanya mencari induk bersetifikat. Lantaran, melalui sertifikat dapat diketahui jenis turunannya.

Sementara itu, sebagai penyelenggara kegiatan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Drajat Purbadi mengungkapkan tujuan kontes untuk memotivasi peternak. Peternak diharapkan mampu memberikan bibit unggul kambing PE. Lantaran, kambing PE Kaligesing memiliki karakteristik unik yang jarang ditemui pada kambing lainnya. "Memotivasi sekaligus mengapresiasi peternak yang berprestasi memproduksi bibit unggul," ucapnya.

Drajat menyampaikan, kontes juga memiliki fungsi sebagai ajang evaluasi bagi penentu kebijakan. Tujuannya untuk memastikan kebijakan yang tepat dalam pengembangan kambing khas Kulon Progo ini. Tentunya dengan orientasi kesejahteraan pada peternak dan masyarakat secara tidak langsung.

Dalam kontes yang digelar di Jogja Agro Park ini, diikuti 50 peserta pada setiap kelas perlombaan. Terdapat 5 kelas perlombaan jantan dan betina yang didasari pada umur kambing. Kelas tertinggi di kelas A dengan rentang umur 3 tahun. Sednagkan untuk kelas bibit berada di kelas E.

Penilaian kambing dilakukan oleh Persatuan Peternak Kambing Kulon Progo (PPKP) dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI). Penilaian difokuskan pada, bentuk kepala, telinga, postur, leher, gelambir, pola warna, rambut, kaki, ekor, rewos, kambing atau testis, tanduk, dan keserasian. (gas/pra)

Editor : Satria Pradika
#kontes kambing #peternak kambing #kambing PE #kaligesing