KULON PROGO - Resort Konservasi Wilayah (RKW) Kulon Progo berhasil melakukan penyelamatan hewan dilindungi berjenis merak hijau, Kamis (8/8/2024).
Fauna dilindungi ini sudah 1 tahun hidup di sekitaran permukiman Padukuhan Bandung, Kalurahan Donomulyo, Nanggulan.
Uniknya, merak ini sudah bersahabat dengan warga setempat.
Alih-alih ketakutan, merak hijau tersebut justru kerap mengunjungi rumah warga.
Salah satunya rumah Rohyan Zainudin.
Rohyan menuturkan, merak yang tak diketahui identitasnya ini muncul di desanya sekitar 1 tahun lalu.
Tetapi mulai menetap dan tinggal di dekat rumahnya sekitar Desember 2023.
"Tidak tahu pemiliknya, tiba-tiba datang saja ke sini," ucap Rohyan, Kamis (8/8/2024).
Rohyan menjelaskan, semenjak kedatangan merak, dirinya acap kali berinteraksi dengannya.
Terkadang Rohyan memberikan makan setiap pagi dan sore menggunakan biji-bijian maupun beberapa makanan.
Namun, dirinya tak memiliki minat untuk menangkap hewan ini.
Lantaran, merak masih memiliki sifat liar.
Saat ada individu yang tak dikenal maka akan menyerang maupun terbang.
Sehingga Rohyan membiarkan merak ini bebas tinggal di area rumahnya.
Bahkan saat menjelang sore merak sering kali tinggal di pohon sengon yang berada di depan rumahnya.
Sedangkan saat pagi hari hingga sore hari biasanya bertengger diatap rumah milik Rohyan.
"Tiap harinya bertengger di atas atap, sering menjadi tontonan masyarakat," ujarnya.
Selain memiliki kebiasaan bertengger di atap rumah, merak ini juga memiliki kebiasaan mengejar kendaraan roda 4 yang melaju di jalan depan kediaman Rohyan.
Sempat beberapa kali terdapat mobil, yang terpaksa berhenti. Lantaran kendaraanya dicegat oleh merak.
Menurut Rohyan, merak tersebut memiliki kesukaan khusus pada mobil berwarna hitam.
Sehingga seringkali mobil yang melaju di depan rumahnya dikejar.
Terbukti saat tim penyelamat dari RKW Kulon Progo mendatangi rumah Rohyan, menggunakan mobil berwarna hitam, merak itu langsung turun dari atap rumah.
"Hewan ini kan dilindungi jadi tidak masalah jika harus diselamatkan," ujarnya.
Rohyan menjelaskan, pihaknya tak mempermasalahkan apabila merak diambil oleh pihak berwajib.
Lantaran, sudah semestinya hewan tersebut merakan habitat aslinya. Walaupun, beberapa tetangganya merasa sedih atas kepergian merak tersebut.
Sementara itu, Kepala Resort Konservasi (RKW) Kulon Progo BKSDA Yogyakarta Purwanto menyampaikan, sebenarnya hewan tersebut berjenis merak hijau yang habitatnya di Pulau Jawa bagian Timur.
Sehingga ada kemungkinan, hewan tersebut terlepas dari pemilik sebelumnya yang memelihara.
"Statusnya memang dilindungi, sehingga kami selamatkan agar populasinya tidak menurun dihabitatnya," ujarnya.
Proses penyelamatan fauna ini, berkisar 30 menit.
Tergolong memakan waktu lama jika dibandingkan dnegan penyelamatan fauna berjenis burung lainnya. Lantaran, merak masih memiliki sifat liarnya.
Sehingga saat didekati manusia secara tiba-tiba akan menyerang maupun terbang.
Pihak resor bahkan menyiapkan perangkap kurungan namun, perangkap ini justru tak bisa menangkap merak.
Kemudian salah satu petugas mencoba mendekati merak dan langsung menangkap merak dari belakang. Sontak merak tersebut langsung menyerang.
Untungnya, petugas berhasil menenangkan hewan tersebut, dan berhasil membawanya ke tempat aman.
"Setelah ini dibawa untuk diperiksa sifat keliarannya, jika sudah siap akan dirilis," pungkasnya. (gas)