Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lestarikan Permainan Tradisional Dengan Mengadakan Lomba Bakiak dan Egrang, Begini Keseruannya

Anom Bagaskoro • Minggu, 4 Agustus 2024 | 23:25 WIB

LOMBA: Tim perwakilan Karangtaruna mengikuti lomba bakiak.
LOMBA: Tim perwakilan Karangtaruna mengikuti lomba bakiak.
KULON PROGO - Lestarikan permainan tradisional Dinas Kebudayaan dan Karangtaruna Kabupaten Kulon Progo menggelar Lomba Permainan Tradisional.

Lomba di gelar secara meriah di Alun-Alun Wates, Minggu (4/8). Terdapat 2 mata lomba yang di ikuti Karangtaruna Kapanewon se-Kulon Progo.

"Melestarikan sekaligus memperkenalkan permainan tradisional," ucap Ketua Karangtaruna Kulon Progo Tamyus Rohman, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (4/8).

Tamyus menuturkan, di era modern permainan tradisional banyak ditinggalkan. Permainan digantikan dengan game yang berada di gadget.

Secara tidak langsung fenomena ini berdampak pada generasi muda yang cukup banyak terpapar. Salah satu dampaknya berupa kesehatan mata, dan terganggunya fungsi tubuh akibat tak pernah digerakkan.

Berdasarkan fenomena itu, permainan tradisional perlu dilestarikan kembali. Lantaran, permainan tradisional cukup banyak merangsang motorik, serta tubuh.

Sehingga, bisa menjadi pilihan agar generasi muda tak kembali terpaku kepada gadget.

"Kalau tradisional anggota tubuh bergerak, sehingga menyehatkan," ucapnya.

Dalam lomba ini, setiap kontingen kapanewon menerjunkan 2 regu putra putri.

Setiap regu akan mewakili dalam permainan bakiak dan egrang.

Permainan bakiak melibatkan regu putri dengan jumlah peserta tiap regu 4 orang.

Sedangkan egrang melibatkan regu putra, dengan melibatkan 3 orang setiap regunya. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 84 orang.

Setiap lomba secara tidak langsung mengutamakan kekompakan tim serta kerjasama.

Seperti lomba bakiak yang harus menyamakan langkah kaki.

Sedangkan lomba egrang mengutamakan kerjasama dalam estafet egrang.

Selain itu, lomba juga menampilkan pakaian unik yang dikenakan peserta.

Setiap regu menggunakan pakaian adat jawa dengan berbagai ornamen.

Sehingga kegiatan tersebut dapat menarik minat masyarakat untuk melihat perlombaan.

Sementara itu, salah satu peserta asal Kapanewon Samigaluh Puji Astuti menuturkan, regu bakiaknya memenangkan juara 1.

Menurutnya permainan tradisional sangatlah menyenangkan. Sehingga selama perlombaan timnya sama sekali tak merasa terbebani.

"Tadi sempat hampir jatuh karena lintasannya kurang rata," ucap Puji.

Puji menyampaikan, saat melakukan perlombaan regunya sempat hampir terjatuh.

Lantaran kondisi tanah lintasan bergelombang, yang membuat bakiak tak bisa diseret.

Selain itu, untuk berjalan menggunakan bakiak, perlu kekompakan tim untuk menyelesaikan lintasan.

Untuk mempersiapkan lomba ini, pihaknya rutin melakukan latihan selama 2 minggu.

Latihan dilakukan agar membentuk hubungan sesama peserta regu. Selain itu, latihan dipercaya menaikkan peluang menang dalam lomba. 

Editor : Bahana.
#egrang #Kulon Progo #bakiak #Permainan Tradiaional